Connect With Us

Rapat UMK Kota Tangerang 2021, Kantor Disnaker Dikepung Buruh

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 5 November 2020 | 14:05

Buruh saat berunjuk rasa di kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang di Cikokol, Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Puluhan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat mengepung kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang di Cikokol, Kota Tangerang untuk mengawal berlangsungnya rapat tentang upah minimum kota (UMK) Tangerang, Kamis (5/11/2020). 

 

"Ya, hari ini kami rapat dengan dewan pengupahan kota (Depeko) untuk bahas UMK tahun 2021," ujar Dedi Sudarajat, anggota Depeko Tangerang unsur serikat pekerja. 

 

Dedi menyebut rapat tentang UMK 2021 yang melibatkan unsur pekerja, pengusaha, dan pemerintah masih berlangsung. Rapat dimulai sekitar pukul 13.30 WIB.

 

Sementara massa buruh yang mendatangi kantor Disnaker Kota Tangerang ini untuk mengawal berlangsungnya rapat pleno UMK 2021.

Massa buruh yang datang tersebut menunggu di luar gedung Disnaker. Tampak seorang orator berorasi di mimbar mobil komando. 

 

Menurutnya, hasil rapat pleno UMK 2021 menentukan nasib para buruh. Sehingga, mereka menginginkan adanya kenaikan UMK pada 2021. 

 

"Kami datang ke sini bukan untuk melawan, tapi memastikan Depeko ini peduli dengan rakyatnya," kata orator.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

KAB. TANGERANG
Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill