Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Warga di Kota Tangerang pada akhir tahun ini kesulitan mendapatkan gas melon berukuran 3 kilogram. Pedagang juga mengeluhkan langkanya gas melon ini.
Seperti yang dirasakan Anwar, warga Babakan, Kecamatan Tangerang. Dia mengaku sulit mendapatkan gas melon belakangan ini.
“Sulit gas sekarang, susah dicarinya,” ujar Anwar kepada TangerangNews, Senin (16/11/2020).
Sulitnya gas melon tersebut berdampak pada masakan dapur di rumah. “Kalau gini terus keluarga jadi enggak bisa masak. Orang yang berjualan (UMKM) juga kasihan kalau enggak ada gas,” katanya.
Sementara Setiawan, pengusaha warung klontong di Jalan Kisamaun Kota Tangerang, mengatakan kalau gas melon memang sulit didapatkan belakangan ini.
Kalaupun ada, pihak agen menaikan harga gas melon tersebut. Harga normal gas melon Rp18 ribu, sedangkan jika dinaikan harganya menjadi Rp22 ribu sampai Rp24 ribu.
“Iya, langka. Memang dari agennya langka. Kalau kami, kan, ngikutin agen,” katanya.
Setiawan menambahkan alasan sulitnya mendapatkan gas melon ini karena momen akhir tahun. “Kalau dari agen alasannya akhir tahun jadi stok berkurang, makanya sulit dicari,” pungkasnya.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGProvinsi Banten tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak kedua di Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Sebanyak 75 anak usia dini dari keluarga berpenghasilan rendah di kawasan BSD City dan sekitarnya resmi dinyatakan lulus dari program Pembinaan Anak Usia Dini dan Parenting (PASP) Do & Learn Angkatan XII.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews