Pemerintah Hapus Batasan Domisili Pembelian Rumah Subsidi, Warga Jakarta Bisa Beli Rumah di Tangerang
Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:39
Kabar baik bagi warga DKI Jakarta yang mendambakan hunian dengan harga terjangkau di kawasan sekitar Ibu Kota.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 33.832 pelaku usaha mikro di Kota Tangerang yang mengajukan permohonan bantuan permodalan Program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Kementerian Koperasi dan UKM, tengah disurvei.
Survei lapangan yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tangerang ini untuk menyeleksi UMKM mana yang dianggap layak mendapat bantuan.
Puluhan ribu UMKM ini sebelumnya telah mendaftar secara online melalui Aplikasi Sabakota sejak tanggal 20 Oktober 2020 hingga 12 November 2020.
Setelah terdaftar, tahap selanjutnya yakni mereview data pendukung atas permohonan pelaku UMKM tersebut hingga 15 November 2020.
“Lalu dilanjutkan dengan survey lapangan oleh Pemkot melalui Binwil oleh pegawai hingga 24 November,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Kota Tangerang, Katrina Iswandari seperti yang dilansir dari Antaranews, Selasa (24/11/2020).
Jika berkas pemohon dinyatakan lolos hasil review dan survei, menurut Katrina maka akan diusulkan ke kementerian mulai tanggal 25 November hingga 27 November 2020.
Bagi pelaku usaha mikro yang telah melakukan pendaftaran secara online maka diminta untuk tetap menunggu informasi lanjutan. “Saat ini Pemkot sedang mempercepat proses survey ke lapangan dalam memastikan kecocokan data,” jelasnya.
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah Sebelumnya menuturkan bila bantuan program ini adalah upaya pemerintah membantu pelaku UMKM tetap berwirausaha di masa pandemi. Selain itu juga ditujukan bagi juga warga yang kena PHK dan memilih untuk berjualan. (RAZ/RAC)
Kabar baik bagi warga DKI Jakarta yang mendambakan hunian dengan harga terjangkau di kawasan sekitar Ibu Kota.
TODAY TAGDemo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 berpeluang turun setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada 9 Juni 2026.
Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika kebijakan nasional yang terus berubah, kebutuhan akan arah pembangunan jangka panjang yang lebih terukur menjadi sorotan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews