Connect With Us

Bersitegang dengan Pengembang, Isu Pencidukan Menyertai Blokade Warga Warung Mangga Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 26 November 2020 | 22:21

Rombongan DPRD Kota Tangerang saat sidak ke akses jalan yang diblokade di kampung Warung Mangga, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Warga Warung Mangga, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang ketakutan dengan munculnya isu pencidukan karena sedang bersitegang dengan pengembang Summarecon. 

 

Ketua komite warga Warung Mangga, Pungki mengatakan, ingin persoalan sulitnya akses jalan akibat lingkungannya diblokade Summarecon yang sudah berlarut-larut tidak menemukan titik terang. 

 

Kini muncul, kata dia,  isu yang bersifat mengintimidasi warga seperti pencidukan beredar di lingkungan Warung Mangga. 

 

"Sudah banyak isu-isu yang beredar di bawah bahkan isu pencidukan juga kencang," ujar Pungki dalam rapat dengar pendapat alias hearing dengan pimpinan DPRD Kota Tangerang di ruang Badan Musyawarah Gedung DPRD Kota Tangerang, Kamis (26/11/2020). 

 

Adapun untuk menuntaskan persoalan ini, menurut Pungki, musyawarah harus digelar secara bersama-sama dengan melibatkan pihak pengembang Summarecon dan seluruh perwakilan warga Warung Mangga maupun DPRD dan Pemkot Tangerang. 

 

Sehingga dengan begitu dapat menghasilkan kesepakatan bersama yang mengedepankan kepentingan warga Warung Mangga. 

 

"Beberapa waktu terakhir ada pertemuan tapi hanya segelintir dan komite tidak dilibatkan. Jangan sampai ada deal-dealan di luar kepentingan warga," jelasnya. 

 

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo menanggapi isu pencidukan terhadap warga Warung Mangga tersebut. Menurutnya, pencidukan tak akan terjadi. 

 

"Enggak mungkin pencidukan. Ini negara hukum," tegasnya. 

 

Gatot menyarankan agar warga Warung Mangga membulatkan dan mematangkan suara perjuangannya terkait persoalan sulitnya akses jalan ini. 

 

"Saya sarankan lebih baik bulatkan suara dahulu. Jangan sampai ada dua dualisme pandangan," pungkasnya. 

 

Seperti diketahui, pengembang Summarecon didugq memblokade lingkungan warga Warung Mangga untuk mengamankan asetnya di Warung Mangga sejak beberapa bulan terakhir.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran SPMB Banten 2026 Segera Dibuka, Ini Perbedaan Jalur SMA, SMK, dan SKh

Pendaftaran SPMB Banten 2026 Segera Dibuka, Ini Perbedaan Jalur SMA, SMK, dan SKh

Kamis, 23 April 2026 | 18:53

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten segera membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.

NASIONAL
Peringati Hari Bumi, Pelanggan Telkomsel Bisa Tukar Poin Jadi Pohon

Peringati Hari Bumi, Pelanggan Telkomsel Bisa Tukar Poin Jadi Pohon

Jumat, 24 April 2026 | 22:02

Memperingati Hari Bumi pada 22 April 2026, Telkomsel kembali mempertegas komitmen keberlanjutannya melalui gerakan Telkomsel Jaga Bumi.

HIBURAN
Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Rabu, 22 April 2026 | 09:06

Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan

KOTA TANGERANG
Sempat Mendapat Perlawanan, Aset Eks SDN Rawa Bokor Akhirnya Diamankan Pemkot Tangerang

Sempat Mendapat Perlawanan, Aset Eks SDN Rawa Bokor Akhirnya Diamankan Pemkot Tangerang

Jumat, 24 April 2026 | 21:14

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil mengamankan secara fisik lahan aset negara berupa eks SDN Rawa Bokor seluas 1.580 meter persegi dalam operasi eksekusi yang dilakukan pada Jumat sore 24 April 2016).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill