Connect With Us

Program Indonesia Pintar di Kota Tangerang, Ini Besaran Pencairannya 

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 30 November 2020 | 16:08

Plt Kepala Dindik Kota Tangerang Jamaludin saat di wawancarai awak media di Puspem Kota Tangerang, Selasa (24/11/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai bantuan pemerintah untuk masyarakat rentan miskin dalam mengakses pendidikan. 

Besaran bantuan bagi penerima program tersebut dalam hal ini pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) sudah diatur termasuk untuk di Kota Tangerang. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 10/2020 tentang

PIP besaran bantuan bagi penerima PIP untuk siswa kelas 1 sampai 5 SD pada semester genap sebesar Rp450 ribu, sedangkan untuk siswa kelas 6 SD sebesar Rp225 ribu. 

Adapun untuk semester gasal, penerima PIP akan mendapatkan bantuan tersebut senilai Rp450 ribu bagi siswa kelas 2 sampai 6 SD, serta Rp225 ribu bagi siswa kelas 1 SD. 

Untuk siswa kelas 9 SMP pada semester genap sebesar Rp375 ribu, dan siswa kelas 7 serta 8 SMP mendapatkan bantuan senilai Rp750 ribu. Juga untuk semester gasal, siswa kelas 8 dan 9 SMP mendapatkan Rp750 ribu serta kelas 7 mendapatkan bantuan Rp375 ribu. 

Sementara untuk jenjang SMA, pada semester genap siswa kelas 12 menerima Rp500 ribu dan siswa kelas 10 dan 11 sebesar Rp1 juta. Untuk sementer gasal, siswa kelas 10 menerima Rp500 ribu, dan siswa kelas 11 dan 12 sebesar Rp1 juta. Besaran dana bantuan untuk jenjang SMA ini sama dengan jenjang SMK. 

"Jadi, memang ini program pemerintah pusat, semua sudah diatur," ujarnya kepada TangerangNews, Senin (30/11/2020). 

Bantuan tunai tersebut disalurkan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan ke bank penyalur lalu ke penerima KIP hingga dapat digunakan peserta didik sesuai dengen keperluan sekolah. 

Uang bantuan tersebut diperuntukkan siswa memenuhi keperluan sekolah, yakni membeli buku dan alat tulis, pakaian seragam atau perlengkapan sekolah, biaya transportasi, uang saku, biaya kursus hingga biaya peserta didik magang. 

"Penerima PIP ini mekanismenya terintegrasi antara Dapodik dengan DTKS," katanya. 

Jamaludin menambahkan penerima PIP untuk jenjang SD se-Kota Tangerang berjumlah 21.250 siswa. Sedangkan untuk penerima PIP jenjang SMP se-Kota Tangerang berjumlah 9.603 siswa. Sementata untuk jenjang SMA atau SMK kewenangannya ada di pihak Dindik Banten. 

"Berharap program PIP ini dapat bermanfaat bagi para siswa di Kota Tangerang dalam proses belajar," pungkasnya. (RED/RAC)

BANDARA
Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Rabu, 2 September 2026 | 13:41

Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara berdampak pada operasional penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) - Bandara Internasional Kualanamu, maupun sebaliknya, Rabu 2 September 2026.

PROPERTI
Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Mewah Gaya American Classic Mulai Rp1,3 Miliar

Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Mewah Gaya American Classic Mulai Rp1,3 Miliar

Kamis, 3 September 2026 | 19:03

Pasar rumah tapak di kawasan Jabodetabek menunjukkan daya tahan yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan riset Leads Property, penjualan rumah tapak di wilayah ini mencapai 2.585 unit pada kuartal II 2026

KAB. TANGERANG
Anggaran Terbatas, DPUPR Kota Tangerang Akui Tidak Bisa Perbaiki Semua Jalan Rusak Tahun Ini

Anggaran Terbatas, DPUPR Kota Tangerang Akui Tidak Bisa Perbaiki Semua Jalan Rusak Tahun Ini

Jumat, 4 September 2026 | 01:23

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengaku belum mampu merekonstruksi jalan rusak secara menyeluruh pada tahun ini karena kemampuan fiskal daerah.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill