Connect With Us

Sindir Atut, PKS Kota Tangerang Anti Dinasti Politik

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 28 Desember 2020 | 20:16

Konferensi pers hasil Musda V DPD PKS Kota Tangerang di Hotel Golden Tulip, Kota Tangerang, Senin (28/12/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo menyatakan, pihaknya anti dengan dinasti politik dalam pemilihan umum. 

Pernyataan itu menanggapi latar belakang pemimpin di Banten yang berasal dari kalangan dinasti politik. 

"Dinasti politik telah mengalihfungsikan partai politik," ujarnya setelah Musda V DPD PKS Kota Tangerang di Hotel Golden Tulip, Senin (28/12/2020). 

Dia menyebut, partai politik seharusnya melahirkan calon-calon pemimpin, bukan memfasilitasi kaum elite yang terjun ke politik untuk menjadi pemimpin. 

"PKS tidak setuju dengan dinasti politik. PKS senantiasa menjadi partai politik yang memproduksi kader menjadi pemimpin," ucapnya.

Arief juga mengaku, pihaknya optimis bakal mengusung calon kepala daerah dari kader PKS dalam kontestasi Pilkada mendatang.

Selain itu, PKS juga akan memperbanyak kursi di perlemen. 

"Kami akan mengusung calon kepala daerah sendiri," katanya. 

Sehingga, Arief menambahkan pihaknya ke depan semakin fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas para kadernya. 

"Nambah kader dan nambah suara, itu menjadi fokus perhatian. Kita akan memperbanyak kader sampai tingkat RW," pungkasnya. (RED/RAC)

KAB. TANGERANG
BMKG Kesulitan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

BMKG Kesulitan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Rabu, 1 Juli 2026 | 23:57

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II menyebut modifikasi cuaca untuk membantu proses pemadaman di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin akan sulit dilakukan.

BANTEN
Banten Duduki Posisi Kedua PHK Terbanyak Nasional, Disnaker Sebut Bukan Karena UMP

Banten Duduki Posisi Kedua PHK Terbanyak Nasional, Disnaker Sebut Bukan Karena UMP

Rabu, 1 Juli 2026 | 11:02

Provinsi Banten tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak kedua di Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026.

NASIONAL
Tarif Listrik Juli-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Berlaku Subsidi dan Nonsubsidi

Tarif Listrik Juli-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Berlaku Subsidi dan Nonsubsidi

Rabu, 1 Juli 2026 | 11:15

Pemerintah memastikan tarif listrik untuk periode Juli hingga September 2026 tidak mengalami kenaikan, baik bagi pelanggan nonsubsidi maupun pelanggan yang masih menerima subsidi listrik.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill