Makam Almarhum Syekh Ali Jaber di Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/1/2021). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )
TANGERANGNEWS.com-Almarhum Syekh Ali Jaber dimakamkan di Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/1/2021).
Pendakwah terkemuka ini dimakamkan di ponpes milik Ustaz Yusuf Mansyur bukanlah tanpa alasan. Ternyata, semasa di Indonesia dan menyiarkan dakwah Islamnya, almarhum juga mengajar di pesantren itu.
"(Alasan) pertama, beliau memiliki kedekatan dengan Ustad Yusuf Mansyur. Syekh Ali Jaber termasuk yang banyak mendukung guru-guru untuk Daarul Quran di awal-awal," ujar Hendi Herawan Saleh, salah seorang pengurus Ponpes Tahfiz Daarul Quran.
Sejarah singkatnya, Syekh Ali Jaber pertama kali datang, lalu diikuti sang adik Syekh Muhamad Jaber. Kemudian datang bersama guru-guru lain yang akhirnya mereka menjadi ekspatriat di ponpes ini.
"Banyak di Daarul Quran wasilahnya adalah Syekh Ali Jaber dan Syekh Muhammad Jaber. Disamping memang dakwahnya sama, yakni Dakwah Al Quran," tutur Hendi.
Karena latar belakang kedekatan dengan sang gurulah, membuat pengelola Ponpes Tahfiz Daarul Quran pun dengan sukarelawan dan mempersiapkan semaksimal mungkin pemakaman untuk ulama asal Arab Saudi itu.
"Kami ketepatan saja atas permintaan keluarga, kami berusaha dengan hikmat," katanya.
Diketahui sebelumnya, ulama kelahiran Arab Saudi itu meninggal dunia pukul 08.38 WIB di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta karena penyakit yang diderita. Syekh Ali Jaber dinyatakan negatif COVID-19 oleh rumah sakit. (RED/RAC)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
Sulit tidur, bangun dalam kondisi tetap lelah, sulit berkonsentrasi hingga sering lupa menjadi keluhan yang kerap muncul di tengah gaya hidup masyarakat urban
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.