Darurat Kemarau Ekstrem, Ada 11 Titik Kebakaran di Kabupaten Tangerang dalam Sehari
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:35
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com—Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Pertamanan (Disbudparman) Kota Tangerang mengajak masyarakat turut melakukan penanaman pohon sebagai bentuk menjaga lingkungan.
Kepala Bidang Pertamanan Disbudparman Kota Tangerang Hendri Pratama Syahputra mengatakan, pihaknya secara seremoni telah melakukan penanaman pohon di Cipondoh hari ini.
"Ya, kami sudah tanamkan pohon untuk menjaga lingkungan. Ada 2.800 pohon yang kami tanam dengan fokus penanaman di kecamatan," ujarnya kepada TangerangNews, Jumat (5/2/2021).
Sebanyak 2.800 pohon tersebut terdiri dari jenis Eucalyptus berjumlah 2.150 dan Tabebuia Rosea berjumlah 650.
Menurutnya, pohon jenis Eucalyptus ditanam di daerah sepadan sungai, sepadan danau atau rawa, kawasan industri, hutan kota, dan kawasan banjir.
Sedangkan jenis Tabebuia Rosea di kawasan pemukiman, ruang terbuka hijau publik, median jalan, taman lingkungan, halaman kantor, dan pulau-pulau jalan.

"Adapun fungsi utama Eucalyptus sebagai penyerap polutan dan pencegah longsor. Dan Tabebuia Rosea memiliki fungsi utama sebagai tanaman estetik atau hias dan penyerap karbon," jelas Hendri.
Hendri menambahkan alasan menggencarkan penanaman pohon ini dalam rangka memperingati HUT ke-28 Kota Tangerang.
Selain itu, melalui penanaman pohon juga pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk mencintai Kota Tangerang.
Sebab, penanaman pohon dapat memberikan beragam manfaat terhadap lingkungan.
Seperti bermanfaat sebagai penyerap karbon dan polutan, mencegah banjir, erosi dan unsur estetik bagi lingkungan.
"Harapannya semoga Kota Tangerang diusia yang ke-28 semakin hijau, udara dan lingkungannya bersih, dan masyarakatnya aktif, maju dan sejahtera. Mari sama-sama kita cintai kota ini," pungkasnya.
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Selain pertunjukan hiburan dan budaya, gelaran Festival Cisadane 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.
TANGERAGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih akibat musim kemarau. Fokus penanganan diarahkan pada penyediaan infrastruktur permanen
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews