HUT ke-81 RI, Pemkot Tangerang Sediakan Paket Sembako Murah Rp95 Ribuan
Selasa, 21 Juli 2026 | 17:30
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
TANGERANGNEWS.com-Penyuntikan kepada sopir angkutan kota (angkot) termasuk dalam vaksinasi tahap dua, di Terminal Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (04/03/2021).
Ada sebanyak 1.000 peserta pekerja transportasi yang divaksin, mulai dari sopir angkot, bus, si benteng, taksi dan ojek.

Selain sopir angkot, penyuntikan vaksin juga akan diberikan kepada pedagang dari Pasar Lama di Gor Kita Tangerang dan pedagang dari Central Business District (CBD) Ciledug.

"Vaksin ini aman dan halal, vaksin sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pekerja transportasi yang selalu berkontak dengan masyarakat. Supaya daya tahan tubuh meningkat dan tidak mudah terserang penyakit, khususnya virus corona," ujar Televisianningsih Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Kamis (04/03/2021).

Penyuntikan vaksin untuk para sopir agkutan umum dan pedagang dilaksanakan serentak mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

"Dosis kedua diadakan 14 hari dari sekarang. Untuk yang divaksin hari ini harus wajib untuk hadir pada pemberian dosis kedua. Kalau tidak hadir, vaksin yang diberikan pada hari ini, tidak ada efeknya. Dan antibody yang terbentuk belum terbentuk, karena antibody akan terbentuk setelah diberikan dosis yang kedua," tambahnya.

Dalam vaksinasi ini, Dinas Kesehatan Kota Tangerang bekerjasama dengan TNI Polri untuk menjaga kelancaran prosesnya. (RAZ/RAC)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
TODAY TAGKetua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.
RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews