Connect With Us

Waroenk Makan Matoa Tangerang Sajikan Makan Ala Kebun Nenek

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 4 April 2021 | 14:15

Penyajian makanan dari Waroenk Makan Matoa di Jalan Darma Bakti, Pabuaran, Kota Tangerang, Minggu (4/4/2021). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Waroenk Makan Matoa di Jalan Darma Bakti, Pabuaran, Kota Tangerang menyajikan konsep makan dan ngupi ala kebun nenek, untuk menghadirkan rasa makan di belakang rumah pada zaman dahulu. 

"Jadi kita ingin menghadirkan suasana kebun di tengah kota. Karena banyak warga pergi ke Bogor dengan alasan ingin menikmati suasana perkampungan dengan rasa di perkebunan. Konsep ini kita buat sedemikian rupa dengan adanya pohon Matoa yang rindang dan jarang sekali ada di Kota Tangerang," kata Ayu Matala, Marcom Waroenk Matoa, Minggu (4/4/2021). 

Matoa merupakan sebuah pohon yang berasal dari Papua dan berbuah setiap enam bulan sekali. Buah pohon ini berbentuk seperti kelengkeng serta memiliki rasa manis. Pohon Matoa menjadi ikon agar mudah diingat oleh masyarakat. 

Ayu mengatakan usaha yang baru dibuka bulan Desember 2020 lalu memiliki sejumlah fasilitas seperti kapasitas yang mencapai 50 orang dengan tersedia VIP Room. Area parkir luas dan Cooffe Bar yang menyajikan berbagai rasa kekinian. 

Maka itu tempat makan yang satu ini sangat cocok bagi masyarakat yang ingin kumpul sambil bersantap bersama keluarga besar maupun teman-teman. 

"Bisa juga menggelar acara di sini. Karena urusan listrik dan konsepnya sangat dapat banget untuk private gitu," ujarnya 

Untuk urusan menu makanan, Waroenk Makan Matoa menyediakan berbagai santapan ala sunda sesuai tema makan di kebun.

Sebagai pelengkap, disediakan berbagai jenis sambal yang dapat dinikmati sepuasnya dengan sayur asam yang di masak secara khas. 

"Kita ada sambal Tempong dan Sop Iga yang menjadi keunggulannya," katanya. 

Kenikmatan semua makanan di sini diolah oleh chef handalan yang didatangkan dari berbagai daerah dan mampu menyajikan rasa yang persis seperti makanan pedesaan tradisional.

Apalagi setiap menu disajikan dengan piring dan gelas yang memiliki corak pedesaan ala vintage. 

"Konsep kebun ini tak hanya suasana tetapi juga menu makanan dan tempat sajiannya," tegasnya. 

Ayu Matala mengatakan membuka usaha di masa pandemi adalah sebuah tantangan bagi dirinya bersama tiga rekan lainnya.

Di saat kasus penyebaran COVID-19 sudah melambat dan banyak masyarakat yang rindu makan diluar rumah, Waroenk Makan Matoa menghadirkan konsep baru yang mengutamakan Protokol Kesehatan. 

Beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB, Waroenk Makan Matoa juga menyediakan layanan online. 

"Kepuasan pelanggan adalah yang utama maka itu Waroenk Makan Matoa membuka diri untuk menerima masukan dari pelanggan untuk dapat memberikan yang terbaik dari sajian, pelayanan hingga menu yang sesuai dengan tagline yakni Makan dan Ngupi Ala Kebon Nenek," katanya.

Mengenai harga, Maria Bahara selaku owner Waroenk Makan Matoa mengungkapkan telah menyesuaikan dengan perkembangan kondisi saat ini.

Untuk paket Nasi Tempong yang menjadi unggulan saja dibanderol Rp 35.000 dengan komposis yang didapat yakni nasi, dengan lauk pilihan seperti ayam, mujair gurame, cumi, udang, ikan asin, tahu, tempe, lapapan rebus, sambal tempong dan teh tawar. 

Ada juga paket hemat lainnya bagi mahasiswa maupun komunitas. "Untuk sambal tak perlu khawatir, kami tetap utamakan dan sediakan dalam porsi banyak karena ini adalah bagian dari komitmen kita," katanya. (RAZ/RAC)

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

NASIONAL
PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Kamis, 24 September 2026 | 19:55

PLN Group menjalin lima kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa 22 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill