Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-Ajal datang di mana saja dan kapan saja. Seperti pria bernama Fahrizal, 42 tahun.
Pria asal Jakarta yang tinggal di Cipondoh, Kota Tangerang itu meninggal usai membayar tagihan air.
Dia meninggal pada Kamis 3 Juni 2021 pukul 13.30 Wib di area PDAM Tirta Benteng, Jalan Prosida, Neglasari, Kota Tangerang.
"Iya betul telah ditemukan orang sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria ini datang ke PDAM Tirta Benteng untuk membayar tagihan air.
Ketika selesai membayar tagihan, pria itu duduk-duduk di halaman warung area kantor PDAM Tirta Benteng.
Setelah itu, dia tiba-tiba terjatuh diduga karena sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya.
"Korban duduk sambil memegangi perutnya, terjatuh, dan meninggal. Setelah anggota datang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," pungkasnya.
Jenazahnya pun telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang. (RED/RAC)
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGPT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026
Nama Kelurahan Petir di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, kerap dikaitkan dengan fenomena alam berupa sambaran kilat. Namun catatan sejarah justru mengungkapkan hal yang berbeda.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menyoroti serius kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews