Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Pelaksanaan swab antigen COVID-19 secara acak kepada penumpang Commuter Line atau kereta, ternyata dikeluhkan masyarakat.
Salah satu penumpang, Rizal mengaku pelaksanaan swab antigen ini membuat dirinya tertinggal jadwal kereta di Stasiun Tangerang.
"Terganggu ya pastilah. Kan tadi kereta datang jadi kelewat, jadi keganggu, cuma demi protokol bersama," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin 21 Juni 2021.
Meski demikian, dia tak mempermasalahkan dirinya tertinggal kereta. Sebab, menurutnya pelaksanaan swab antigen acak untuk kebaikan bersama.
Indri, penumpang lainnya, mengaku tidak keberatan dengan adanya swab antigen acak.
Bahkan, ia berharap test swab ini dilakukan untuk seluruh pengguna commuter line tersebut.
"Soalnya kan penumpangnya juga banyak dari sini. Apalagi (kasus) COVID-19 lagi naik-naiknya juga kan, kalau bisa semuanya di swab," kata Indri.
Kepala Stasiun Tangerang Eka Gusti Fadli mengatakan sebanyak 20 penumpang commuter di Stasiun Tangerang dilakukan swab antigen. Adapun hasilnya, seluruh pengguna negatif. (RAZ/RAC)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGKabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital, Tangsel One, yang dilengkapi dengan asisten virtual Helita (Helo Kita Tangsel).
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews