Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pelajar SMA Negeri 1 Tangerang ketakutan saat disuntik vaksin COVID-19, Rabu 14 Juli 2021 siang. Pelajar bernama Marsha itu sempat beberapa kali menolak saat vaksinator hendak memasukkan jarum suntik ke tangannya.
Membutuhkan waktu hingga 15 menit bagi vaksinator untuk dapat menyuntikan vaksin sinovac ke tubuh pelajar yang duduk di bangku kelas 12 ini. Dia bersedia disuntik setelah dibujuk dan dialihkan perhatiannya.
Usai divaksin, Marsha mengaku tegang karena sudah lama tidak disuntik sehingga dirinya ketakutan. "Sudah lama, jadi takut. Tapi saya juga belum siap sekolah tatap muka karena kasus penularan COVID-19 masih tinggi, khawatir kena," ujarnya.
Sementara pelajar lainnya, Renita, merasa jenuh belajar secara online karena terkendala jaringan internet , sehingga dengan vaksinasi mempercepat kekebalan kelompok dan dapat belajar tatap muka.
Kabag Duk Ops Binda Banten Kombespol Robert Pangaribuan mengatakan, vaksinasi massal pelajar yang dipusatkan di halaman SMA Negeri 1 Tangerang ini diinisiasi Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama dengan pemerintah daerah.
"Targetnya 1000 pelajar tingkat SMP dan SMA di Kota Tangerang divaksin," jelasnya.
Pelaksanaan vaksinasi ini digelar serentak di 14 provinsi yang menjadi titik epicentrum penularan COVID-19 di Indonesia.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Polres Metro Tangerang Kota memperketat pendampingan terhadap para pelajar di wilayah hukumnya melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai "Bapak Asuh".
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews