Rayakan HUT Pertama, Hampton Square Gading Serpong Boyong RAN Tampil 25 Oktober
Jumat, 9 Oktober 2026 | 14:30
Hampton Square @ Paramount Gading Serpong menyiapkan rangkaian acara bertajuk One Year in Motion untuk memperingati ulang tahun pertamanya.
TANGERANGNEWS.com-Banyaknya korban jiwa dalam insiden terbakarnya Lapas Tangerang di Jalan Veteran, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang diduga karena over kapasitas.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jendral Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan, blok narapidana yang terbakar berada di blok C2 dan sudah over kapasitas.
"Kalau kondisi lapas memang sudah over capacity. Dari kapasitas yang seharusnya hanya 40, tapi diisi 120-an orang," ujarnya di Lapas Tangerang, Rabu 8 September 2021.
Untuk Lapas Klas 1 Tangerang, ada 19 sel tahanan. Setiap sel idealnya diisi 40 tahanan. Namun saat ini diisi oleh 120-an tahanan.
Sementara secara keseluruhan kapasitas ideal Lapas hanya 900 tahanan saja, namun saat ini total ada 2.069 orang.
"Tentunya over capacity ini bukan alasan, tapi tantangan yang harus kami hadapi. SOP tetap kami jalani, tetap berjalanan, apalagi penanganan kebakaran seperti ini," jelasnya.
Sebelumnya, insiden kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Pemicu kebakaran sementara diduga karena korsleting listrik. Adapun jumlah korban tewas 41 orang, sedangkan puluhan lainnya luka-luka.
Hampton Square @ Paramount Gading Serpong menyiapkan rangkaian acara bertajuk One Year in Motion untuk memperingati ulang tahun pertamanya.
TODAY TAGSebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews