Connect With Us

Dugaan Bentrok Geng Narkoba Pemicu Terbakarnya Lapas Kelas 1 Tangerang, Ini Tanggapan Kalapas

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 9 September 2021 | 14:50

Kalapas Klas 1 Tangerang Victor Teguh Prihartono. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Dugaan adanya bentrok antar geng narkoba sebagai pemicu kebakaran yang menewaskan 44 orang di Lapas Kelas 1 Tangerang heboh.

Kalapas Klas 1 Tangerang Victor Teguh Prihartono pun memberikan tanggapannya terkait hal itu.

"Saya menyatakan bahwa kita menunggu hasil investigasi. Jadi tidak boleh mengatakan atau membuat isu keributan, gangguan atau perkelahian antar geng bandar, yang kita lihat sama-sama beredar di media sosial," ujarnya saat ditemui di RSUD Kabupaten Tangerang, Kamis 9 September 2021.

Dirinya mengaku berada di Lapas Kelas 1 Tangerang sejak sebelum insiden kebakaran itu terjadi. Sehingga, dia menepis kabar bentrokan antar geng narkoba sebagai pemicu terjadinya kebakaran.

"Karena apa? Pada saat kejadian saya berada di lapas. Sebelum kejadian saya selalu berada di lapas. Dan awal sore sebelum kejadian kita sama-sama ketahui, hujan lebat dan angin kencang pagi sampai sore. Sehingga analisa dugaan sementara dari pihak kepolisian terjadinya ganguan arus pendek listrik ada kemungkinan benar. Tapi terjadinya perang antar geng keributan tidak ada. Ini pernyataan saya," jelasnya.

Kalapas menduga kalau insiden kebakaran ini dipicu korsleting listrik. Dugaan ini juga sesuai dengan pernyataan sementara pihak Kepolisian. Menurutnya, kobaran api di blok C2 Lapas tersebut bersumber dari plafon.

"Kita masih menunggu. Dugaan korsleting listrik dari plafon. Karena yang pertama menemukan api itu adalah petugas di pos keamanan," imbuhnya.

Seperti diketahui, insiden kebakaran di blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang itu terjadi pukul 01.45 Wib pada Rabu 8 September 2021. Insiden ini menewaskan 41 orang narapidana. Lalu korban tewas bertambah tiga orang napi saat perawatan. Total korban tewas 44 orang.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

BANDARA
InJourney Airports Sebut Petugas Kargo Curi Tas Ekspor Bukan Karyawan Bandara Soetta

InJourney Airports Sebut Petugas Kargo Curi Tas Ekspor Bukan Karyawan Bandara Soetta

Jumat, 15 Mei 2026 | 17:06

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memberikan klarifikasi terkait oknum petugas kargo Bandara Soekarno-Hatta yang diduga melakukan tindak pidana pencurian ratusan tas ekspor Lululemon dengan kerugian senilai Rp1 miliar.

BANTEN
Awal Zulhijah 1447 H Dipantau di 88 Titik, Pantai Anyer Jadi Lokasi Rukyatul Hilal di Banten

Awal Zulhijah 1447 H Dipantau di 88 Titik, Pantai Anyer Jadi Lokasi Rukyatul Hilal di Banten

Jumat, 15 Mei 2026 | 14:08

Kementerian Agama RI akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia pada 17 Mei 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill