Connect With Us

Mengaku Dianiaya, Anggota DPRD Kota Tangerang Laporkan Balik Kontraktor ke Polisi

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 23 September 2021 | 21:40

Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia saat menunjukkan identitas yang terlibat dengan bisnis dan kasusnya dalam konferensi pers di kawasan Neglasari, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia melaporkan balik seorang kontraktor ke Polres Metro Tangerang Kota karena juga mengaku sebagai korban penganiayaan.

Pelaporan tersebut dilakukan Epa pada Rabu 22 September 2021 terkait Penganiayaan dengan Pasal 351 KUHP. Adapun teduga pelaku yang dilaporkan Epa, yakni pria bernama Jopie Amir, 51.

"Mengetahui Jopie Amir membuat laporan rekayasa, saya pun buat laporan balik dengan kejadian yang benar berdasarkan visum RSU Kabupaten Tangerang," ujar Epa saat jumpa pers di kawasan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis 23 September 2021.

Dalam laporan Kepolisian tersebut, Epa melampirkan barang bukti berupa satu visum et repertum terkait tubuhnya yang diduga dianiaya.

Eva menjelaskan, dirinya menjadi korban penganiayaan saat datang ke rumah kontrakan Jopie Amir di kawasan Neglasari pada Minggu 19 September 2021 pukul 21.00 WIB.

Menurut Epa, saat itu dirinya datang ke rumah kontrakan Jopie Amir untuk menagih perjanjian bisnis, tetapi malah terlibat cekcok, hingga diduga penganiayaan.

"Saya datang untuk mempertanyakan uang yang sudah saya transfer. Jawaban Jopie sudah diberikan ke si pembuat namanya Alexander Nadianto. Katanya, sudah transfer Rp175 juta, sedangkan pengakuan si pembuat interior baru Rp125 juta," katanya.

Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia saat menunjukkan identitas yang terlibat dengan bisnis dan kasusnya dalam konferensi pers di kawasan Neglasari, Kota Tangerang.

Adapun selain Epa, di dalam rumah kontrakan tersebut ada Jopie Amir beserta empat rekanan kerjanya. Sedangkan Pabuadi, sopir yang mengantar Epa menunggu di luar rumah kontrakan.

"Akhirnya perdebatan hingga berebutan HP tarik-menarik, tangan saya terpelintir sampai saat ini pun sakit hingga kesakitan, masuknya Pabuadi untuk lerai. Pabuadi teriak tolong lepaskan tapi Pabuadi diadang oleh anak buah Jopie Amir ramai-ramai di TKP hingga Pabuadi meronta, lalu terjadilah baku hantam. Saat itu lah Pabuadi mengeluarkan pistol mainan yang dipukul secara reflek oleh Pabuadi yang mengenai wajah Jopie Amir yang sedang melintir tangan saya," imbuh Epa.

Menurutnya, Jopie Amir pun melepas pelintiran terhadap tangan kanan Epa setelah kedatangan Pabuadi yang mengeluarkan pistol airshoftgun dengan memukulkannya ke Jopie Amir.

"Kemudian Jopie Amir melepas pelintiran tangan, (Jopie Amir bilang) ini saya hanya salah paham marilah damai secara kekeluargaan. Lalu dibuat lah surat pernyataan damai karena ini adalah suatu kesalahanpahaman, surat sudah dibuat," katanya.

Surat pernyataan damai antara kedua belah pihak terkait insiden keributan tersebut pun telah dibuat. Lalu, pihak Epa membawa Jopie Amir ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan atas lukanya. Adapun biaya pengobatan ditanggung pihak Epa.

"Esok hari Jopie Amir bukan selesaikan persolan sesuai dengan surat pernyataan ini melainkan membuat laporan polisi ke Polres Metro Tangerang Kota dengan laporan pengeroyokan dengan identitas tak sesuai," tuturnya.

Epa menyebut, laporan penganiayaan terhadap dirinya dibuat setelah ia dilaporkan pihak Jopie Amir ke Kepolisian pada Senin 20 September 2021 terkait Pengeroyokan dengan Pasal 170 KUHP. Menurutnya, laporan yang dibuat Jopie Amir tersebut menggunakan identitas pelapor yang tidak sesuai.

"Kalau dari laporan dia membuat laporan seperti ini, (tempat lahir) Cirebon 16 Juli 1995 berarti umurnya baru 26 tahun. Nah, alamat dia Kedaung Wetan RT 1 RW 4 Kel Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang dengan pengaduan perkara pengeroyokan tapi sebenarnya identitasnya Jopie Amir ini Padang lahir tanggal 5 Mei 1970," ungkapnya.

Epa menambahkan, kasusnya ini diserahkan ke pihak Kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut.

"Ini semua adalah masalah personal saya sengketa bisnis, tidak ada kaitan dengan DPRD Kota Tangerang dan partai bahwa ini persolan personal saya sengketa bisnis. Ini akan saya selesaikan dengan menjunjung tinggi hukum di negara kita," pungkasnya.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

TANGSEL
Sudah Ditertibkan Masih Dipasang Diam-diam, Pemkot Tangsel Copot dan Sita Kabel Fiber Optik Ilegal

Sudah Ditertibkan Masih Dipasang Diam-diam, Pemkot Tangsel Copot dan Sita Kabel Fiber Optik Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:28

Sejumlah kabel dan tiang fiber optik yang dipasang secara ilegal di beberapa ruas jalan utama ditertibkan dan disita tanpa ganti rugi oleh Pemerintah (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel),

SPORT
Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.

NASIONAL
Buka Cuma Faktor Usia, Stamina Menurun Bisa Jadi Tanda Diabetes

Buka Cuma Faktor Usia, Stamina Menurun Bisa Jadi Tanda Diabetes

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00

Masyarakat kerap menganggap penurunan stamina, mudah lelah, perubahan fungsi seksual, hingga kadar gula darah meningkat sebagai bagian dari proses penuaan atau konsekuensi gaya hidup.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill