Connect With Us

Empat Pekerja Seks Terjaring Razia Satpol PP di Karawaci dan Taman Cibodas

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:09

| Dibaca : 13404

Aparat Satpol PP Kota Tangerang menggelar razia kosan dan hotel di kawasan Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Periuk pada Jumat 22 Oktober 2021 malam. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak empat pekerja seks komersial (PSK) dan empat pasangan belum menikah terjaring razia aparat Satpol PP Kota Tangerang.

Mereka terjaring dalam razia kosan dan hotel di kawasan Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Periuk pada Jumat 22 Oktober 2021 malam.

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Agapito De Araujo mengatakan, kegiatan ini tindak lanjut dari laporan masyarakat.

Empat PSK ini diketahui berpindah-pindah dalam bekerja yang sudah dilakoninya sejak 2019. Kata Araujo, dua PSK terjaring saat sedang melayani pelanggannya.

“Tarifnya Rp350 ribu untuk satu kali main. Untuk indekosnya akan dicek dulu apakah melanggar atau tidak. Nanti akan kita kabarkan ke bidang Gakkum untuk tindakan lebih lanjut. Jika melanggar kita segel indekosnya,” ungkapnya.

Maudy (bukan nama sebenarnya), gadis 18 tahun asal Karawang, Jawa Barat salah satu wanita yang diamankan bersama tiga orang terduga PSK lainnya di indekos Taman Cibodas.

Dara berkulit langsat tersebut mengaku baru tujuh bulan terakhir menjalankan profesinya sebagai PSK.

Aparat Satpol PP Kota Tangerang menggelar razia kosan dan hotel di kawasan Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Periuk pada Jumat 22 Oktober 2021 malam.

“Awalnya sih enggak mau saya ke tangerang cuma nyanyi (pemandu lagu), tapi karena kebutuhan,”kata Maudy.

Ia mengaku, selama menjalankan profesinya dirinya tidak sembarang dalam menerima tamu, hal tersebut lantaran dirinya hanya membatasi maksimal dua orang tamu disetiap harinya.

“Tarifnya Rp350 ribu, aku diajak teman tadinya di apartemen karena mungkin kebutuhan atau gaya hidup, orang tua juga juga di Karawang,” jelasnya.

Berbeda dengan Maudy yang hanya bisa pasrah, Desi (bukan nama sebenarnya) yang juga diamankan terus membantah kendati didapati barang bukti berupa alat kontrasepsi dan bukti transaksi di ponsel petugas yang menyamar sebagai tamunya.

“Ini saya cuma disuruh nemenin doang, saya tidak pernah pake MiChat, demi tuhan saya tidak akan melakukan hal sekeji itu,” kata Desi yang mengaku masih duduk di bangku kuliah di salah satu universitas di Tangerang Selatan.

Bukan cuma membantah dan menolak untuk diangkut, Desi juga sempat memarahi petugas dan mengancam petugas akan melaporkan kejadian tersebut ke salah satu kerabatnya yang bertugas sebagai anggota aktif Polri.

“Saya telepon biar nanti dia datang, biar semua jelas karna memang saya tidak melakukan prostitusi, saya mengerti hukum saya kuliah di hukum,” jelas Desi dengan nada tinggi.

KAB. TANGERANG
Personel Gabungan Polri dan TNI Pastikan Keamanan PLTU 3 Lontar Kemiri Tangerang 

Personel Gabungan Polri dan TNI Pastikan Keamanan PLTU 3 Lontar Kemiri Tangerang 

Senin, 6 Desember 2021 | 11:01

TANGERANGNEWS.com - Personel gabungan dari Polri dan TNI menggelar patroli di seluruh kawasan PLTU 3 Lontar Extension di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang untuk memastikan keamanan objek vital pada Minggu 5 Desember 2021

PROPERTI
Grand Almas Residence, Rumah Mewah Rp300 Jutaan di Tigaraksa

Grand Almas Residence, Rumah Mewah Rp300 Jutaan di Tigaraksa

Minggu, 5 Desember 2021 | 09:22

TANGERANGNEWS.com-Dwijaya Karya Group melalui PT Karya Cipta Papan meresmikan unit rumah contoh untuk proyek terbarunya di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang

MANCANEGARA
Alhamdulillah, 18.752 Jemaah Umrah Akhirnya Berangkat Desember

Alhamdulillah, 18.752 Jemaah Umrah Akhirnya Berangkat Desember

Selasa, 30 November 2021 | 13:54

TANGERANGNEWS.com-Setelah sempat ditunda cukup lama akibat COVID-19, akhirnya para jemaah umrah Indonesia bisa berangkat ke tanah suci pada bulan Desember 2021

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin