Selesai Direnovasi, Lapangan Stadion Mini Porci Cibodas Bisa Dipakai Saat Hujan
Kamis, 22 Januari 2026 | 08:32
Stadion Mini Porci Cibodas, Kota Tangerang, mulai beroperasi setelah peningkatan fasilitas lapangan rampung dilakukan.
TANGERANGNEWS.com-Pemkot Tangerang akan membuka 180 SD di Kota Tangerang, untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahap dua, Senin 1 November 2021. Menyusul 45 SD yang sudah buka lebih dulu pada pekan lalu.
Kabid SD Dindik Kota Tangerang Helmiati mengungkapkan PTM tahap dua ini telah melewati assesment, pengecekan protokol kesehatan dan memastikan para orangtua siswa telah divaksinasi COVID-19.
"Maka, 180 SD ini telah ditetapkan atau diperbolehkan menggelar PTM Terbatas di tahap dua ini. Totalnya, 225 SD dari 448 sekolah di Kota Tangerang telah PTM terbatas," ungkap Helmiati, Minggu 31 Oktober 2021.
Menurutnya, berdasarkan pantauan pada PTM tahap satu, masih banyak anak-anak yang tegang, takut atau tak terbiasa dengan aktivitas sekolah yang ketat akan protokol kesehatan.
Karena itu, Helmiati pun mengimbau para guru atau sekolah untuk bisa berkreasi memberikan suasana sekolah yang menyenangkan. Sehingga, anak-anak bisa perlahan terbiasa lebih dulu, dengan proses sekolah tatap muka saat ini.
"Bisa saja guru atau sekolah di waktu-waktu tertentu memutar lagu menggunakan speaker, lakukan senam bersama atau nyanyi bersama. Bebas saja sebenarnya, yang penting anak-anak senang di sekolah, tapi protokol kesehatan tetap terjaga," tutup Helmiati.
Stadion Mini Porci Cibodas, Kota Tangerang, mulai beroperasi setelah peningkatan fasilitas lapangan rampung dilakukan.
TODAY TAGHingga memasuki awal tahun 2026, hujan masih turun dengan intensitas cukup tinggi di banyak wilayah Indonesia. Kondisi cuaca basah yang berkepanjangan ini berdampak pada aktivitas harian masyarakat dan memicu kekhawatiran terhadap risiko banjir
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews