Connect With Us

Angka Stunting di Kota Tangerang Rendah, DPR: Bisa Jadi Contoh 

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 30 November 2021 | 18:48

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima rombongan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) di Ruang Ahlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa 30 November 2021. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima rombongan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dalam rangka kunjungan kerja spesifik tentang Pengawasan Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kota Tangerang yang digelar di Ruang Ahlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa 30 November 2021.

Sachrudin mengatakan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia yang menjadi salah satu bidang prioritas pembangunan bagi Pemerintah Kota Tangerang.

"Salah satunya perbaikan gizi, khususnya stunting yang dapat berdampak pada risiko penurunan kemampuan produktif dan kualitas sumber daya manusia, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan stunting pada balita penting untuk dilakukan," ujar Sachrudin.

Sachrudin menerangkan melalui Data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Kota Tangerang menunjukkan angka stunting pada balita di Kota Tangerang sebesar 9,08% pada tahun 2021.

"Menurut WHO angka tersebut masih di bawah ambang batas masalah kesehatan masyarakat karena masih di bawah 20% jadi masih tergolong rendah, akan tetapi Pemkot Tangerang tetap terus melakukan upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kota Tangerang," terang Sachrudin.

Adapun upaya pencegahan dan penurunan stunting dilakukan melalui aksi intervensi penurunan stunting terintegrasi berupa intervensi spesifik yang dilakukan oleh sektor kesehatan maupun intervensi sensitif yang dilakukan oleh sektor di luar kesehatan.

"Aksi tersebut salah satunya meliputi peningkatan surveilans gizi dan pemantauan pertumbuhan, peningkatan akses dan mutu paket pelayanan kesehatan dan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan balita dan remaja," jelasnya.

Ketua tim rombongan Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018, prevalensi anak Indonesia di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting yaitu 30,8 persen atau sekitar 7 juta balita.

"Untuk itulah Komisi IX DPR RI memutuskan untuk melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Tangerang untuk membahas secara langsung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021," katanya.

"Dari yang sudah dipaparkan, angka stunting di Kota Tangerang terbilang cukup bagus, saya harap ini bisa menjadi contoh bahwa di daerah perkotaan juga stunting masih menjadi permasalahan serius," tutur Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

KOTA TANGERANG
Kabupaten Tangerang Didorong Punya Sirkuit Drag Bike

Kabupaten Tangerang Didorong Punya Sirkuit Drag Bike

Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:50

Ribuan warga tumpah ruah di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang untuk menonton ajang Drag Race Bike Kejuaraan Provinsi Banten Piala Bupati Tangerang yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill