Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mulai melakukan vaksinasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) disejumlah sekolah. Kali ini, vaksinasi dilakukan bersama Puskesmas Karawaci Baru di Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) YKDW Karawaci, Selasa 11 Januari 2022.
Namun dari target 50 ABK, 21 di antaranya gagal vaksinasi, karena memiliki riwayat kejang dan gangguan kesehatan lainnya.
Mereka diseleksi setelah melalui proses skrining dengan wawancara yang lebih mendalam, terutama terkait sederet riwayat penyakit.
“Biasanya skrining berlangsung dua hingga tiga menit. Kalau untuk ABK saya melakukan skrining hingga lima menit bahkan lebih. Wawancara yang mendalam ke mereka orangtuanya atau pendampingnya. Memastikan riwayat kesehatannya yang aman atau tidak untuk menerima vaksinasi ini,” ungkap Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Karawaci Baru, dr Yuningsih.
Selanjutnya, bagi ABK yang tidak lolos vaksin, orangtuanya akan direkomendasikan untuk konsultasi lebih dulu ke dokter spesialisnya. Hal ini untuk lebih mengetahui terkait layak atau tidak anaknya divaksinasi.
“Kami juga memberikan arahan, jika sudah konsultasi dan dibolehkan divaksin. Maka, kami menganjurkan vaksinasi dilakukan di Puskesmas terdekat, sehingga proses penanganan atau pantauan lanjutan dapat dilakukan dengan mudah," ujarnya.

Vaksinasi ABK tak hanya digelar di Sekolah Khusus, sehingga orangtua dapat mengantarkan anak-anaknya untuk mengikuti vaksinasi di puskesmas-puskesmas terdekatnya.
“Tidak perlu takut, dokter profesional stand by untuk menerima dan mendampingi masyarakat. Lalu memberikan penjelasan sedetail mungkin, untuk orangtua dan ABK itu sendiri aman dan nyaman dalam proses vaksinasi,” imbaunya.
Terpantau di lokasi saat proses suntik vaksinasi, para guru dan orangtua sorak sorai untuk mengalihkan ABK dari alat suntik vaksin.
“Saya sudah menunggu-nunggu kapan anak-anak kami bisa divaksinasi. Karena saya yakini, dalam kondisi pandemi saat ini vaksinasi sangat dibutuhkan. Terlepas dari itu, kita harus ikut anjuran pemerintah demi kebaikan bersama,” kata Lilis Suryaningsih, salah seorang wali murid.
Sebagai informasi, selama 28 hari vaksinasi anak 6-11 tahun, capaiannya sudah diangka 127.730 anak atau 68,7 persen pada dosis satu.
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TODAY TAGSejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
Masyarakat Banten belakangan merasakan suhu udara yang lebih panas dari biasanya. Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan peralihan musim yang sedang berlangsung di wilayah Banten.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews