Connect With Us

Belum Ada Progress, Penataan Kawasan Situ Cipondoh Dipertanyakan

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 14 Januari 2022 | 16:15

Sejumlah bebek terapung di Kawasan Situ Cipondoh yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari, Cipondoh, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Hilda Ulya)

TANGERANGNEWS.com-Rencana penataan kawasan Situ Cipondoh, Kota Tangerang, oleh Dinas PUPR Banten hingga kini belum terlihat progresnya.

Padahal, para pedagang telah diwanti-wanti untuk mengosongkan lahan bangunannya sejak 5 November 2021 lalu.

Pengamat pun mempertanyakan keseriusan Pemprov Banten khususnya Dinas PUPR Banten dalam mengimplementasikan rencana tersebut.

"Perlu dipertanyakan rencana ini. Sebab surat tersebut sudah lama dikeluarkan dan belum ada implementasi yang nyata di lapangan. Para pedagang pun masih berjualan seperti biasa," kata Subandi Musbah, Direktur Visi Nusantara, Jumat 14 Januari 2022.

Semestinya Dinas PUPR Banten harus turun ke lapangan langsung untuk menyampaikan rencana ini kepada pedagang. Karena surat perintah pengosongan lagan dikirimkan seperti tak digubris.

Hanya saja, surat tersebut menimbulkan kecemasan yang nyata bagi pedagang. Apalagi lokasi relokasi yang kini ramai dibahas, belum ada solusi nyata dari Pemprov Banten.

"Jangan sampai rencana ini menjadi setengah matang. Surat membuat kecemasan para pedagang saja. Apalagi di masa pandemi ini, harus ada solusi konkrit. Apalagi ini terkait perputaran roda ekonomi dan pemasukan utama pedagang," kata Alumni Sekolah Demokrasi ini.

Dirinya juga melihat bila kelambatan gebrakan Dinas PUPR Banten dalam penataan adalah karena kendala komunikasi dan rencana yang belum matang.

Sebab rencana ini disusun tanpa koordinasi dan kesiapan yang panjang. Sejak surat diterbitkan, hingga kini pedagang menunggu kepastian hanya dari informasi di berita saja.

"Penataan kawasan situ cipondoh bukan perkara mudah karena banyak unsur yang harus dilihat oleh Dinas PUPR Banten. Kematangan dalam rencana hingga eksekusi masih setengah jalan. Jika ingin tegas, maka segera lakukan eksekusi lapangan, agar pedagang juga bisa mengambil keputusan dan siapkan area baru berjualan," pungkasnya.

KAB. TANGERANG
Belum 24 Jam Dicor Sudah Retak, Proyek Jalan di Sepatan Dibongkar Ulang

Belum 24 Jam Dicor Sudah Retak, Proyek Jalan di Sepatan Dibongkar Ulang

Jumat, 4 September 2026 | 19:23

Jalan Raya Gardu Tanah Merah atau Jalan Pisangan Pakuhaji di Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, terpaksa dibongkar ulang menggunakan ekskavator meskipun proses pengecorannya belum sepenuhnya selesai.

BANTEN
BPK Audit 3 Sektor Strategis Pemprov Banten, Andra Soni Minta OPD Kooperatif dan Transparan

BPK Audit 3 Sektor Strategis Pemprov Banten, Andra Soni Minta OPD Kooperatif dan Transparan

Jumat, 4 September 2026 | 22:21

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten mulai melakukan pemeriksaan semester II Tahun 2026 terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill