Connect With Us

BOR Capai 40 Persen, SMPN 30 Kota Tangerang Jadi Tempat Isolasi COVID-19

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 3 Februari 2022 | 17:44

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (bor) di Kota Tangerang telah mencapai 40,84 persen dari total kapasitas 1.026 tempat tidur, seiring peningkatan jumlah kasus penularan covid-19.

Sementara Pemerintah Kota Tangerang sedang mempersiapkan rumah isolasi terkosentrasi atau rit dengan kapasitas 120 tempat tidur di gedung SMP Negeri 30 Tangerang. Pasalnya, dua rit dengan kapasitas 126 tempat tidur yang ada sebelumnya telah terisi penuh.

Adapun berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang, jumlah kasus harian COVID-19 mencapai 768 dengan total kasus aktif mencapai 4.836, pada Kamis 3 Februari 2022, siang.

Wali Kota Tangerang  Arief R Wismansyah mengaku sedang mempersiapkan rumah isolasi terkonsentrasi atau rit ketiga di Gedung SMP Negeri 30 Tangerang, Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, sebagai antisipasi keterbatasan tempat.

“Di sana kapasitasnya 120 tempat tidur. Sedangkan dua rit sebelumnya yakni Puskesmas Jurumudi Baru dan Batusari dengan kapasitas 126 tempat tidur, sekarang hanya tersisa delapan tempat tidur,” jelasnya.

Menurutnya, beragam upaya antisipasi telah dilakukan Pemkot Tangerang, mulai dari penghentian pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen, penerapan bekerja dari rumah, percepatan vaksin booster hingga cepat tanggap lakukan tracing.

“Kami juga menghimbau masyarakat apabila ada gejala batuk dan pilek, maka dapat segera melakukan pemeriksaan Swab PCR di puskesmas terdekat, sebagai upaya pencegahan dini,” jelas Arief.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill