Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com-Keberadaan Sungai Cisadane di Kota Tangerang, Banten kembali disoroti masyarakat lantaran sudah cukup banyak insiden bocah berenang yang berujung maut.
Seperti kejadian pada Minggu 14 Maret 2022, dua bocah pria berinisial AH dan RF tenggelam saat berenang, lalu ditemukan meninggal di dasar Sungai Cisadane area Jembatan Berendeng, Jalan Benteng Makassar, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang.
Warga pinggir Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Panji meminta otoritas untuk memasang rambu-rambu yang memberi pesan peringatan bahaya berenang di Sungai Cisadane.
"Tentunya hal ini menanggapi sudah cukup banyaknya kejadian orang tenggelam terus tewas," ujar Panji, Senin 14 Maret 2022.
Panji mengatakan, rambu-rambu peringatan bahaya berenang di Sungai Cisadane diharapkan berperan penting dalam mencegah anak-anak berenang.
"Sehingga sebisa mungkin untuk dicegah agar tidak ada kejadian serupa," katanya.
Sementara itu, menurut Ketua RT di Jalan Benteng Makassar, Kelurahan Sukarasa, Angga, kedalaman Sungai Cisadane lebih dari dua meter.
"Kedalaman sini paling tiga meteran," katanya.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews