Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya
Jumat, 15 Mei 2026 | 11:21
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TANGERANGNEWS.com-Pasca libur Lebaran, Pemerintah Kota Tangerang langsung meluncurkan aplikasi pelayanan Portal Kecamatan 2.0.
Aplikasi ini dapat diakses masyarakat dari gadget untuk mendapatkan informasi, serta memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai pelayanan.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, ditargetkan enam bulan ke depan pelayanan di 13 kecamatan tidak lagi menggunakan berkas berbentuk kertas sebagai syarat administrasi, melainkan dapat mengisi form berbasis digital sehingga pelayanan lebih cepat, efisien dan transparan.
"Selain untuk memudahkan masyarakat, juga untuk mengurangi penggunaan kertas," katanya saat sidak pegawai ke Kantor Kecamatan Tangerang, pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa 10 Mei 2022.
Nantinya, masyarakat dapat mengurus administrasi kependudukan dari rumah. Sementara datang ke kantor kecamatan hanya untuk verifikasi saja.
Adapun dalam sidak tersebut, ruang pelayanan masyarakat di Kantor Kecamatan Tangerang disambangi Arief. Ia ingin memastikan pegawai kecamatan telah kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat setelah libur berakhir.
Terlihat masyarakat yang hendak mengurus berbagai keperluan telah dilayani mulai dari rekam identitas KTP, perizinan, maupun keperluan kependudukan lainnya.
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TODAY TAGKementerian Agama RI akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia pada 17 Mei 2026.
Menyambut libur akhir pekan panjang di bulan Mei 2026, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan promo menginap bertajuk “FAM JAM STAY” yang dirancang khusus untuk keluarga.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews