Telkomsel Bekali 1.000 Guru Keterampilan AI dan Desain Visual untuk Mengajar
Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:37
Di tengah pesatnya arus transformasi digital, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tantangan besar.
TANGERANGNEWS.com-Antrean panjang pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite selalu terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tangerang.
Meskipun membosankan, warga tetap rela menunggu lama dalam antrean panjang untuk bisa mengisi kendaraannya dengan Pertalite yang masih dibanderol seharga Rp 7.650 per liter ini.
Petugas SPBU di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tangerang, menyarankan para pengendara untuk membeli Pertalite pada siang hari, jika ingin menghindari antrean panjang.
"Saran saya kalau mau beli siang saja, karena antrenya enggak panjang. Kalau pun siang antre, paling hanya delapan motor," ujar petugas SPBU yang enggan disebut namanya, Rabu 10 Agustus 2022.
Ia mengungkapkan, belakangan ini antrean panjang memang selalu terjadi pada pengisian BBM jenis Pertalite terutama pada pagi, sore, dan malam hari. Antrean, katanya, dialami pengisi Pertalite baik dari pengguna sepeda motor maupun minibus.
"Setiap hari memang gini (antre panjang). Makanya kalau siang tidak begitu antre," katanya.
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab antrean panjang ini, apakah karena meningkatnya permintaan atau karena kekhawatiran akan ketersediaan stok yang kosong.
"Antre panjang saya enggak tahu, tapi kalau stok di sini ada," tuturnya.
Di tengah pesatnya arus transformasi digital, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tantangan besar.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mematangkan menetapkan pembagian wilayah domisili bagi calon peserta didik terkait Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
Kini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews