Connect With Us

Warga Alam Indah Cipondoh Tangerang Semringah Lingkungannya Bebas Banjir

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 23:11

Pembina Forum Alam Indah, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Mustofa Khamaludin saat memberikan sambutan dalam acara apresiasi pembenahan lingkungan, Sabtu 13 Agustus 2022 malam. (@TangerangNews.com / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Segenap warga Alam Indah, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang mengapreasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang telah membenahi lingkungannya dari banjir yang melanda selama 30 tahun.

Penyampaian apresiasi tersebut digelar di Lapangan Kompleks Alam Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Sabtu 13 Agustus 2022 malam.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, Camat Cipondoh Rizal Ridolloh, Lurah Poris Plawad Indah Kundarto, Ketua KNPI Kota Tangerang Yudistira Prasasta, dan Forum Alam Indah serta sejumlah kepala dinas.

Ketua Forum Alam Indah Toni Kusworo menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Tangerang yang telah membenahi sejumlah infrastruktur di perumahan, seperti perbaikan saluran drainase dan jalan lingkungan.

"Kami sekarang ini sangat merasakan perbaikan yang dilakukan pemerintah. Biasanya kalau hujan, lingkungan kami tergenang selama tiga sampai empat hari. Tapi sekarang genangan cuma maksimal sampai satu jam, setelah itu surut," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sudah selama 30 tahun lingkungan Perumahan Alam Indah dilanda banjir jika terjadi hujan deras. Namun, setelah drainase diperbaiki oleh Pemkot Tangerang melalui Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Dinas Lingkungan Hidup, lingkungan kompleks sudah bebas dari banjir.

"Saya bercerita bahwa 30 tahun kami tidak merasakan seperti ini (tidak banjir). Jadi dengan semangat dan kesadaran masyarakat serta dibantu pemerintah, alhamdulillah jadi sudah baguslah," ucapnya.

Forum Alam Indah terdiri dari gabungan pengurus warga dari RW 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 Kelurahan Poris Plawad Indah, yang dibentuk untuk menampung aspirasi warga untuk kemudian dilanjutkan ke Pemkot Tangerang, agar ditindaklanjuti. 

"Beberapa bulan terakhir seluruh warga Alam Indah bisa tidur dengan nyenyak karena bebas dari banjir. Jadi, yang saya lakukan sebenarnya belum seberapa. Saya janji dengan hidup saya bagaimana caranya di sisa hidup ini ingin berbuat dan bermanfaat untuk orang banyak. Jadi dari saya bisa bermanfaat untuk masyarakat dan orang banyak. Insyaallah dengan cara itu menjadi ladang amal," kata Mustofa Khamaludin, Pembina Forum Alam Indah.

Alhasil, keluhan masyarakat berupa banjir dan jalan rusak pun langsung ditindaklanjuti Pemkot Tangerang, sehingga warga merasakan manfaatnya.

"Mudah-mudahan semua apa yang kita lakukan seluruh ketua RW dan RT selalu bergandengan tangan, bahu-membahu untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat kita," jelasnya.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin juga menuturkan terima kasih atas apresiasi yang telah disampaikan warga Kompleks Alam Indah.

"Semangat kebersamaan ini sebuah kekuatan. Jadi saya juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Alam Indah yang sudah bisa membangun semangat kebersamaan. Ya walaupun minimal semangat menyampaikan informasi, sinergitas, kepada pemerintah untuk membangun lingkungan kita," ucapnya.

Sachrudin juga terus mendorong warga untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan.

"Alhamudlillah pemerintah sudah memfasilitas keluhan-keluhan warga Alam Indah. Insyallah mudah-mudahan secara bertahap nanti bisa selesai semua," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan TangerangNews, para warga dari RW 3 hingga RW 8 Kelurahan Poris Plawad Indah bergotong-royong melakukan kerja bakti untuk menormalisasi drainase yang menjadi pemicu genangan, Sabtu 4 Juni 2022.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

NASIONAL
Pertamina Belum Keluarkan Larangan Suzuki Thunder Isi BBM Bersubsidi

Pertamina Belum Keluarkan Larangan Suzuki Thunder Isi BBM Bersubsidi

Senin, 20 Juli 2026 | 18:14

Ramainya pemberitaan mengenai larangan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi pemilik sepeda motor Suzuki Thunder di sejumlah SPBU wilayah, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Pertamina Patra Niaga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill