Bukan Cuma Bebersih, Ini Alasan Kamar Mandi Jadi Tempat Rileks Rumah Modern
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:08
Di tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.
TANGERANGNEWS.com-Pasca banjir melanda sejumlah titik wilayah Kota Tangerang, Wali Kota Arief R Wismansyah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), untuk terlibat dalam penanganan dan antisipasi.
"Setelah kemarau basah, informasinya musim penghujan datang lebih awal, untuk BPBD, Satpol PP, DLH, PUPR, Dinsos, dan lainnya yang terkait banjir agar siap siaga lakukan langkah antisipasi pencegahan banjir," ujarnya saat apel pagi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin 12 September 2022.
Menurutnya, penanganan dan pengendalian banjir bukan hanya urusan dinas teknis, karena itu seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang harus terlibat.
Pastinya masyarakat ingin lingkungannya bebas banjir. Pemerintah merupakan satu - satunya harapan mereka dalam menanggulanginya.
"Dinas lainnya juga agar terlibat, contoh Dinas Pendidikan sosialisasikan kepada warga sekolah bagaimana anak - anak tidak buang sampah sembarangan, ajarkan membuat biopori di rumahnya masing - masing," tambah Arief.
Ia juga menegaskan permasalahan banjir ini agar segera diatasi secara tuntas, tidak hanya berkoordinasi tapi tentukan langkah konkret.
"Itu yang ditunggu oleh masyarakat, berikan solusi agar satu persatu permasalahan ini bisa terselesaikan bersama - sama untuk kemajuan Kota Tangerang," tegasnya.
Di tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.
TODAY TAGKabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews