Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-Pemkot Tangerang melalui sejumlah OPD terkait terus bergerak cepat melakukan penanganan dan membantu masyarakat yang terdampak banjir. Tak terkecuali Dinas Sosial (Dinsos) yang hingga kini terus mendistribusikan bantuan permakanan bagi warga terdampak.
Diketahui, Dinsos telah membuka dapur umum di wilayah Kecamatan Periuk. Tercatat hingga saat ini lebih dari 750 nasi bungkus telah didistribusikan. Tak terkecuali bantuan permakanan dari Kecamatan, Kelurahan dan uluran bantuan masyarakat yang hingga kini terus berlangsung.
"Wilayah yang tersalurkan oleh Dinsos diantaranya wilayah Jatake, Gandasari, Jatiuwung, Periuk, Bulakan dan Sangiang Jaya. Fokus cukup banyak di wilayah Jatiuwung dan Periuk, sebagai lokasi paling banyak terdampak," ungkap Mulyani, Selasa 14 November 2022.
Adapun jumlah pendistribusian bantuan permakanan masih akan terus bertambah. Pasalnya, saat ini dapur umum Kecamatan Periuk masih aktif, bantuan sayur mayur siap olah pun masih berdatangan. Untuk persiapan makan siang, Dinsos menyiapkan sekitar 1.385 nasi bungkus.
"Melihat banjir masih ada di beberapa lokasi. Jumlah ini masih akan terus bertambah. Apalagi sebentar lagi, petugas akan kembali mendustribusikan bantuan makan siang. Semoga langkah ini bisa sedikit membantu masyarakat yang terdampak," katanya.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Cibodas, pihak kecamatan telah mendistribusikan sekitar 350 nasi bungkus sejak malam. Dijelaskan Camat Cibodas Buceu Gartina, wilayahnya juga sudah menerima 250 nasi bungkus dari Dinsos pagi tadi.
Wilayah yang didistribusikan diantaranya RW 16, RW 05, RW 04 dan RW 08 di Uwung Jaya.
"Pendistribusian dilakukan secara door to door dan langsung ke posko-posko. Seluruh petugas berupaya memastikan seluruh bantuan permakanan merata ke warga terdampak," jelas Buceu.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGDi tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews