Pasokan Gagal Panen Dihantam El Nino, Pedagang Sayur di Legok Keluhkan Omzet Anjlok Drastis
Kamis, 17 September 2026 | 18:48
Kemarau panjang akibat fenomena El Nino dengan kategori sangat kuat melanda berbagai wilayah termasuk Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Pembangunan jembatan layang (Fly Over) yang menghubungkan Kali Sabi dengan Cibodas, diperkirakan akan selesai pertengahan Desember 2009. Proyek yang dilakukan oleh PT Rama Abdi Pratama dan PT Nugraha Adi Taruna tersebut, menelan dana sebesar Rp 24,6 miliar, berasal dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2009. Rencana ini terungkap pada pertemuan Pemkot Tangerang dengan pihak-pihak terkait,diantaranya Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Wilayah IV, PLN dan sejumlah operator selular, Rabu (6/5), di ruang Akhlakul Kharimah gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
“Saat ini proses pembebasan lahan sudah rampung dan tinggal menunggu Rencana Anggaran Biaya (RAB) bangunan pihak kontraktor. Selanjutnya diharapkan bulan ini sudah bisa melaksanakan pembangunan jembatan ini.” Kata Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. Dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan tersebut, tetap memperhatikan aspek lingkungan, seperti membuat saluran air atau drainase, hutan kota atau pertamanan. Pasalnya, bila membangun jembatan hanya membebaskan lahan untuk jembatannya saja, akan mengganggu alih fungsi lahan. “Kami sudah membuatkan jalan samping untuk menanggulangi kemacetan selama pelaksanaan proyek pembangunan (jembatan) tersebut,” ucap Wali Kota.(rangga)
Kemarau panjang akibat fenomena El Nino dengan kategori sangat kuat melanda berbagai wilayah termasuk Tangerang.
TODAY TAGSekitar 2.000 pegawai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terindikasi terlibat aktivitas judi online (judol) berdasarkan hasil penelusuran terhadap transaksi sepanjang 2024 hingga 2025.
Pertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews