ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo
Jumat, 4 September 2026 | 12:17
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TANGERANGNEWS.com-Pembangunan jembatan layang (Fly Over) yang menghubungkan Kali Sabi dengan Cibodas, diperkirakan akan selesai pertengahan Desember 2009. Proyek yang dilakukan oleh PT Rama Abdi Pratama dan PT Nugraha Adi Taruna tersebut, menelan dana sebesar Rp 24,6 miliar, berasal dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2009. Rencana ini terungkap pada pertemuan Pemkot Tangerang dengan pihak-pihak terkait,diantaranya Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Wilayah IV, PLN dan sejumlah operator selular, Rabu (6/5), di ruang Akhlakul Kharimah gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
“Saat ini proses pembebasan lahan sudah rampung dan tinggal menunggu Rencana Anggaran Biaya (RAB) bangunan pihak kontraktor. Selanjutnya diharapkan bulan ini sudah bisa melaksanakan pembangunan jembatan ini.” Kata Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. Dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan tersebut, tetap memperhatikan aspek lingkungan, seperti membuat saluran air atau drainase, hutan kota atau pertamanan. Pasalnya, bila membangun jembatan hanya membebaskan lahan untuk jembatannya saja, akan mengganggu alih fungsi lahan. “Kami sudah membuatkan jalan samping untuk menanggulangi kemacetan selama pelaksanaan proyek pembangunan (jembatan) tersebut,” ucap Wali Kota.(rangga)
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengerjakan pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah rawan banjir dan longsor.
Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews