Connect With Us

Kesal, Warga Copot Sendiri Spanduk Cagub

| Kamis, 29 September 2011 | 19:29

| Dibaca : 34707

Spanduk calom gubernur dicopot. (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG – Sejumlah warga yang mengatasnamakan Forum Diskusi Tumpeng Tanggerang (Forbist) menurunkan puluhan spanduk pasangan calon gubernur dan wakil gunernur yang dianggap belum saatnya dipasang disepanjang Jalan Oto Iskandardinata dan Jalan Muhammad Thoha.

Koordinator penertiban Subaryudin mengatakan, tindakan yang dilakukannya tersebut dilakukan lantaran melihat sikap lamban yang dilakukan panitia pengawas pemiluka (Panwaslu) Kota Tangerang dan aparatur pemerintahan di daerah tersebut untuk menertibkan spanduk yang memang belum saatnya dipasang.

“Alat-alat peraga ini harusnya baru dipasang per 5 Oktober mendatang saat start kampanye dimulai. Tapi, sudah banyak beredar di masyarakat. Kami anggap ini curi start kampanye dan harusnya ditertibkan oleh aparat berwenang,” jelasnya.

Hanya saja katanya, melihat lambannya respon yang dilakukan baik Panwaslu maupun aparatur pemerintah, pihaknya sebagai warga yang mengerti aturan main yang juga diterbitkan penyelenggara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten merasa terpanggil untuk menertibkannya.
“Spanduk-spanduk ini kami serahkan ke panwas sebagai bukti laporan adanya penyebaran atribut kampanye yang belum pada saatnya,” kata Subaryudin menegaskan.

Dia berharap, Panwaslu Kota Tangerang segera beraksi untuk menertibkan spanduk-spanduk calon gubernur dan wakil gubernur yang kian marak itu. Terlebih, masa kampanye baru akan dimulai sepekan mendatang.

“Padahal, sesuai edaran yang dikeluarkan, Panwaslu memberikan himbauan kepada seluruh pasangan calon agar menertibkan seluruh atribut kampanye mereka sebelum 25 September 2011 lalu. Nyatanya, sampai lewat tanggal yang ditentukan makin banyak saya atribut kampanye yang terpasang. Harusnya Panwaslu konsisten dengan edarannya,” tandas Subaryudin lagi.

Ketua Panwaslu Kota Tangerang Wahyul Furqon pihaknya menyangkal tidak melakukan upaya penertiban spanduk calon tersebut. Sebab, ia mengaku sudah melakukan upaya seperti mengeluarkan edaran kepada tim sukses pasangan calon untuk melakukan penertiban. “Kami tidak punya wewenang untuk menertibkannya. Yang punya wewenang itu Satpol PP dan Dinas Kebersiahan. Kalau kami yang menertibkan akan melanggar aturan,” jelasnya.

Pantauan TangerangNews, dari hasil penertiban itu didapati sebanyak 16 buah benner bergambar pasangan Wahidin Halim-Irna Narulita, 1 baligho dan belasan spandul kecil yang juga bergambar pasangan calon yang sama. “Atribut kampanye ini akan kami terima sebagai laporan dan akan kami tindaklanjuti,” singkat Wahyul. (RAZ)

AYO! TANGERANG CERDAS
Begini kata Sekda Kota Tangerang Cegah Ospek Lebay

Begini kata Sekda Kota Tangerang Cegah Ospek Lebay

Senin, 27 Juli 2015 | 19:02

TANGERANG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang menerjunkan tim untuk memantau kegiatan masa bimbingan siswa baru atau ospek tingkat SMP dan SMA. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya praktek bullying atau perpeloncoan.

NASIONAL
Partai Berkonflik Bisa ikut Pilkada, asalkan..

Partai Berkonflik Bisa ikut Pilkada, asalkan..

Sabtu, 25 Juli 2015 | 18:19

TANGERANG-Konflik internal Partai Golkar dan PPP jelang pilkada akhirnya menemukan solusi. Seluruh partai politik peserta pemilu 2014 dipastikan bisa mengikuti pilkada serentak tahun ini.

KOTA TANGERANG
Ditangkap usai nyabu, Anggota DPRD Tangerang : Kenapa tak masuk ke room 8?

Ditangkap usai nyabu, Anggota DPRD Tangerang : Kenapa tak masuk ke room 8?

Selasa, 4 Agustus 2015 | 20:05

TANGERANG-Seorang anggota DPRD Kota Tangerang dari PDIP membuat testimony atau surat pernyataan mengejutkan atas penangkapannya oleh petugas Polres Narkoba Jakarta Barat.

OPINI
Dana Aspirasi antara kepentingan umat & kelompok

Dana Aspirasi antara kepentingan umat & kelompok

Jumat, 26 Juni 2015 | 13:42

Sebagaimana Montesqueieu salah satu pemikir politik terkemuka di Prancis, dalam karyanya Spirits of the Laws, menyebutkan “Dalam setiap pemerintahan terdapat tiga macam kekuasaan diantaranya yaitu kekuasaan Eksekutif; kekuasaan Legislatif dan Yudikatif.

"Ilmu yang tidak disertakan dengan amal itu namanya gila dan amal yang tidak disertai ilmu itu akan sia-sia."

Imam Al-Ghazali