Connect With Us

Warga Sukasari Tolak Pembangunan Sekolah

| Kamis, 10 November 2011 | 17:52

| Dibaca : 42748

Warga tolak pembangunan Sekolah Kristen Kanaan ( / )

TANGERANG-Puluhan warga RW 9 dan 16 Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang menolak pembangunan Sekolah Kristen Kanaan di sebuah lahan yang terletak di Jalan MT Haryono No 11. Penolakan tesebut dipicu surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pihak sekolah yang awalnya Gereja, berubah menjadi Sekolah Taman Kanan-kanak (TK) tanpa sepengetahuan warga.
 
“Awalnya pihak sekolah minta izin warga untuk membangun gereja pada Tanggal 16 April 2009. Kita setuju dan mendukung. Namun beberapa waktu kemudian, tiba-tiba saja pihak sekolah telah memiliki IMB untuk membangun Sekolah TK. Kami merasa dibohongi,” kata warga RT 5/9, Budi Susilo Sanip, Rabu (10/10).
 
Aski protes warga dilakukan dengan memasang spanduk berisi penolakan mereka di depan pagar lahan, yang kini dijadikan lapangan olah raga Sekolah Kristen Kanaan. Mereka menuding ada rekayasa pembuatan surat IMB oleh pihak sekolah yang dikelola Yayasan Kanan tersebut.
 
“Ada dua jenis IMB yang difoto copy dan diberikan kepada warga, yakni izin Gereja dan Sekolah TK. Tapi dalam dua IMB itu tertera tanggal terbit yang sama, pada 9 Maret 2011. Berarti ada rekayasa,” kata Budi.
 
Budi menambahkan, jika dibangun Sekolah, Jalan MT Haryono akan bertambah macet. Pasalnya sudah ada dua tempat yang menyebabkan macet di kawasan tersebut, yakni Sekolah Kristen Kanaan dan gedung perkawinan Happy Wedding. “Dua tempat ini menyebabkan macet karena banyak kendaraan yang parkir di sisi jalan. Kalau sekolah dibangun, jalan ini akan tambah macet,” terangnya.
 
Untuk itu, pihaknya akan memblokir lahan tersebut jika Yayasan Kanaan tetap membangun sekolah TK. “Kita kaan tutup biar kendaraan proyek tidka bisa masuk,” tegas Budi.
 
Sementara Lurah Sukasari Wawan Fauzi mengaku hanya mendapat copy surat izin pembangunan Sekolah TK. Terkait berubahnya IMB tersebut, Wawan mengatakan kalau itu kewenangan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangerang. “Yang saya terima cuma izin sekolah TK. Masalah IMB berubah itu urusan BP2T, bukan kewenangan saya. Jadi sebaiknya ditanyakan langsung ke sana,” ungkapnya.(RAZ)


KAB. TANGERANG
Akses Ditutup, Sopir Angkot Demo Lippo Karawaci

Akses Ditutup, Sopir Angkot Demo Lippo Karawaci

Rabu, 2 September 2015 | 19:12

TANGERANG-Kesal lantaran pengembang Lippo Karawaci sudah lebih satu tahun belum juga membuka akses jalan ke Perumahan Harapan Kita (Perum Harkit), ratusan sopir angkot melakukan aksi demo di bundaran Supermal Karawaci, Rabu (2/9).

MANCANEGARA
Di Inggris Minimal 10 Tahun, Bagaimana dengan Indonesia?

Di Inggris Minimal 10 Tahun, Bagaimana dengan Indonesia?

Kamis, 3 September 2015 | 12:39

TANGERANG - Di luar negeri, peran orangtua begitu cermat. Mereka bahkan membuat batasan usia bagi anak mereka untuk memiliki handphone sendiri. Para orang tua di sana tidak akan membiarkan anak mereka memiliki handphone di bawah usia 10 tahun.

AYO! TANGERANG CERDAS
SMKN 1 Tangerang Dituding melakukan pungutan liar

SMKN 1 Tangerang Dituding melakukan pungutan liar

Senin, 24 Agustus 2015 | 16:17

TANGERANG-SMK Negeri 1 Kota Tangerang dituding membebankan uang kepada orang tua siswa jika ingin mengambil ijazah. Hal itu pun dilaporkan salah seorang orang tua siswa ke surat pembaca surat kabar nasional.

HIBURAN
Demi Menghayati Peran Pelacur, Sal Lakukan Riset

Demi Menghayati Peran Pelacur, Sal Lakukan Riset

Kamis, 3 September 2015 | 10:45

TANGERANG - Seusai berperan di film Mantan Terindah, Salvita Decorte kembali menunjukkan kemampuannya berolah peran. Kali ini, gadis yang juga seorang model dan pelukis ini ditantang Indra Birowo untuk berperan sebagai pelacur di film garapannya.

"A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty"

-Sir Winston Churchill-