Connect With Us

Buruh Tunggu Penerapan Upah Minimum Sektoral

| Kamis, 5 Januari 2012 | 17:02

| Dibaca : 90199

Buruh blokir jalan. (tangerangnews / dira)


TANGERANG
-Ratusan ribu buruh yang berada di Kabupaten dan Kota Tangerang menyambut gembira atas penerbitan SK Gubernur Banten  No 561/KEP.2-HUK/2012, tanggal 4 Januari 2012. Sebab, para pengusaha di kedua wilayah tadi wajib menerapkan Upah Minimum Sektoral (UMS) kepada para buruh.

"Ini menjadi hadiah tahun baru buat kami. Karena Ibu Gubernur Banten, ternyata mendengar aspirasi kami selama ini," ucap Riden Hatam Azis, Ketua Aliansi Serikat Pekerja(SP) /Serikat Buruh (SB) se-Tangerang Raya, Kamis (5/1)

Menurut Riden, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, sedang memperjuangkan pemberlakuan UMS, disamping revisi UMK 2012. Ternyata dari kebijakan yang dikeluarkan Atut itu, UMK 2012 tetap, untuk Kota Tangerang Rp 1,381 juta/bulan, dan Kabupaten Tangerang Rp1,379 juta/bulan. Namun Atut justru menerbitkab kebijakan mengenai penerapan UMS tadi.

Dengan adanya kebijakan itu, maka besaran gaji dari para buruh menjadi berbeda-beda sesuai klasifikasi industri atau sektor yang digeluti. Namun menurut Riden, jika diterapkan maka penghasilan buruh untuk wilayah Kota Tangerang berkisar Rp 1,605 juta - Rp 1,758 juta/bulan, sedangkan buruh Kabupaten Tangerang lebih rendah Rp 2.000.

"Itu kalau perhitungan kenaikkannya minimal lima persen dari UMK 2012 yakni Rp 1,381 juta untuk Kota Tangerang, dan Rp 1,379 juta untuk Kabupaten Tangerang," ucap Riden yang didampingi para pengurus Aliansi SP/SB se-Tangerang Raya.

Menurut Pramuji Adi Purnama, pengurus Aliansi SP/SB Tangerang Raya, dengan adanya kebijakan itu maka mau tak mau perusahaan harus menerapkannya. "Karena sudah ada klasifikasi industrinya, maka per Februari 2012 harus sudah diterapkan oleh pengusaha. Sebab aturannya sudah ada," ucapnya.

Jika UMS itu tidak diterapkan, kata Pramuji, kemungkinan besar buruh akan beraksi kembali, berupa demo dan mogok kerja. "Tentu akan ada gerakan lagi dari buruh. Sebab ini sudah ada aturannya," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Kota Tangerang, Gatot Purwanto, menyatakan dirinya belum tahu terkait terbitnya kebijakan Gubernur Banten soal UMS itu. "Saya baru tahu itu. Saya belum terima suratnya," ujarnya.(DRA)
BANDARA
Pegawai Catering Bandara Demo Tuntut Upah Layak

Pegawai Catering Bandara Demo Tuntut Upah Layak

Jumat, 28 Agustus 2015 | 18:33

Ketua Serikat Sekar Sejahtera PT Aerofood Syahnan Tanjung mengatakan, para karyawan yang telah bekerja selama 20 tahun hanya mendapat upah sebesar Rp3 juta per bulan. Padahal jam kerja mereka sangat padat. Bahkan mereka tetap diwajibkan masuk saat libur n

HIBURAN
Artis Indonesia Kena Demam Go-Jek

Artis Indonesia Kena Demam Go-Jek

Minggu, 30 Agustus 2015 | 12:34

TANGERANG - Mewabahnya Go-Jek membuat masyarakat merasa nyaman dan hemat waktu. Hanya dengan mengunggah aplikasi Go-Jek di ponsel, bisa memesan dan langsung sampai di tempat tujuan tanpa harus membayar mahal.

BISNIS
Metropolis Town Square Tangerang Ubah Konsep

Metropolis Town Square Tangerang Ubah Konsep

Senin, 31 Agustus 2015 | 09:47

TANGERANG-Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pengunjung, Metropolis Town Square gerai Hypermart yang berlokasi di lantai Ground dan lantai 1 pusat perbelanjaan itu akan diubah dengan memfokuskan pada bisnis modern market.

TEKNO
Kaca Film Berlapis Emas, Mau?

Kaca Film Berlapis Emas, Mau?

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 10:34

TANGERANG – PT V-KOOL Indo Lestari, distributor kaca film merek V-KOOL di Indonesia, menyiapkan dan merancang berbagai macam produk dan program yang memberikan manfaat terbaik bagi konsumennya.

"A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty"

-Sir Winston Churchill-