Connect With Us

Buruh Tunggu Penerapan Upah Minimum Sektoral

| Kamis, 5 Januari 2012 | 17:02

| Dibaca : 90183

Buruh blokir jalan. (tangerangnews / dira)


TANGERANG
-Ratusan ribu buruh yang berada di Kabupaten dan Kota Tangerang menyambut gembira atas penerbitan SK Gubernur Banten  No 561/KEP.2-HUK/2012, tanggal 4 Januari 2012. Sebab, para pengusaha di kedua wilayah tadi wajib menerapkan Upah Minimum Sektoral (UMS) kepada para buruh.

"Ini menjadi hadiah tahun baru buat kami. Karena Ibu Gubernur Banten, ternyata mendengar aspirasi kami selama ini," ucap Riden Hatam Azis, Ketua Aliansi Serikat Pekerja(SP) /Serikat Buruh (SB) se-Tangerang Raya, Kamis (5/1)

Menurut Riden, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, sedang memperjuangkan pemberlakuan UMS, disamping revisi UMK 2012. Ternyata dari kebijakan yang dikeluarkan Atut itu, UMK 2012 tetap, untuk Kota Tangerang Rp 1,381 juta/bulan, dan Kabupaten Tangerang Rp1,379 juta/bulan. Namun Atut justru menerbitkab kebijakan mengenai penerapan UMS tadi.

Dengan adanya kebijakan itu, maka besaran gaji dari para buruh menjadi berbeda-beda sesuai klasifikasi industri atau sektor yang digeluti. Namun menurut Riden, jika diterapkan maka penghasilan buruh untuk wilayah Kota Tangerang berkisar Rp 1,605 juta - Rp 1,758 juta/bulan, sedangkan buruh Kabupaten Tangerang lebih rendah Rp 2.000.

"Itu kalau perhitungan kenaikkannya minimal lima persen dari UMK 2012 yakni Rp 1,381 juta untuk Kota Tangerang, dan Rp 1,379 juta untuk Kabupaten Tangerang," ucap Riden yang didampingi para pengurus Aliansi SP/SB se-Tangerang Raya.

Menurut Pramuji Adi Purnama, pengurus Aliansi SP/SB Tangerang Raya, dengan adanya kebijakan itu maka mau tak mau perusahaan harus menerapkannya. "Karena sudah ada klasifikasi industrinya, maka per Februari 2012 harus sudah diterapkan oleh pengusaha. Sebab aturannya sudah ada," ucapnya.

Jika UMS itu tidak diterapkan, kata Pramuji, kemungkinan besar buruh akan beraksi kembali, berupa demo dan mogok kerja. "Tentu akan ada gerakan lagi dari buruh. Sebab ini sudah ada aturannya," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Kota Tangerang, Gatot Purwanto, menyatakan dirinya belum tahu terkait terbitnya kebijakan Gubernur Banten soal UMS itu. "Saya baru tahu itu. Saya belum terima suratnya," ujarnya.(DRA)
MANCANEGARA
9 Foto Michael Jackson yang memperlihatkan perubahan wajahnya

9 Foto Michael Jackson yang memperlihatkan perubahan wajahnya

Jumat, 22 Mei 2015 | 21:17

Mike selalu mempertahankan citra bahwa dia tidak pernah menjalani operasi plastik. Tapi sulit untuk mengabaikan perubahan drastis dalam bentuk hidungnya, pelebaran matanya, dan distorsi umum mulutnya.

TANGSEL
Massa ini Minta Parpol Tak Usung Airin

Massa ini Minta Parpol Tak Usung Airin

Kamis, 28 Mei 2015 | 14:45

Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Aliansi Masyarakat Tangerang dan Persatuan Pendekar Tangerang (PPT), Centre Information of Study and Solution (CISS), Karya Bangsa Anti Korupsi (KABAK), Lembaga Independent Pemantau Pe

PROPERTI
 Dinas Bangunan Belum Periksa Proyek Ayodhya

Dinas Bangunan Belum Periksa Proyek Ayodhya

Selasa, 19 Mei 2015 | 16:41

TANGERANG-Dinas Bangunan Kota Tangerang akan segera memeriksa proyek pembangunan Apartemen Ayodhya yang diduga melanggar Amdal pasca disidak DPRD Provinsi Banten beberapa hari lalu.

TOKOH
  Tak ada dukungan dari Pemkot Tangsel, Pemuda Berprestasi Ini Ogah mempermasalahkan

Tak ada dukungan dari Pemkot Tangsel, Pemuda Berprestasi Ini Ogah mempermasalahkan

Selasa, 26 Mei 2015 | 19:40

TANGSEL-Meski menyabet prestasi dalam bidang pemanfaat sampah hingga mengharumkan nama Indonesia, bahkan Tangsel, pemuda yang Tangsel Edy Fajar Prasetyo tak mempermasalahkan jika tak dibantu Pemerintah Kota Tangsel.

"Jika anda bekerja semata-mata untuk uang, anda tidak akan menjadi kaya kerananya. Tetapi jika anda menyintai pekerjaan yang anda lakukan itu, kejayaan akan menjadi milik anda"

Ray Kroc (Pengasas McDonalds)