Connect With Us

Buruh Tunggu Penerapan Upah Minimum Sektoral

| Kamis, 5 Januari 2012 | 17:02

| Dibaca : 90815

Buruh blokir jalan. (tangerangnews / dira)


TANGERANG
-Ratusan ribu buruh yang berada di Kabupaten dan Kota Tangerang menyambut gembira atas penerbitan SK Gubernur Banten  No 561/KEP.2-HUK/2012, tanggal 4 Januari 2012. Sebab, para pengusaha di kedua wilayah tadi wajib menerapkan Upah Minimum Sektoral (UMS) kepada para buruh.

"Ini menjadi hadiah tahun baru buat kami. Karena Ibu Gubernur Banten, ternyata mendengar aspirasi kami selama ini," ucap Riden Hatam Azis, Ketua Aliansi Serikat Pekerja(SP) /Serikat Buruh (SB) se-Tangerang Raya, Kamis (5/1)

Menurut Riden, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, sedang memperjuangkan pemberlakuan UMS, disamping revisi UMK 2012. Ternyata dari kebijakan yang dikeluarkan Atut itu, UMK 2012 tetap, untuk Kota Tangerang Rp 1,381 juta/bulan, dan Kabupaten Tangerang Rp1,379 juta/bulan. Namun Atut justru menerbitkab kebijakan mengenai penerapan UMS tadi.

Dengan adanya kebijakan itu, maka besaran gaji dari para buruh menjadi berbeda-beda sesuai klasifikasi industri atau sektor yang digeluti. Namun menurut Riden, jika diterapkan maka penghasilan buruh untuk wilayah Kota Tangerang berkisar Rp 1,605 juta - Rp 1,758 juta/bulan, sedangkan buruh Kabupaten Tangerang lebih rendah Rp 2.000.

"Itu kalau perhitungan kenaikkannya minimal lima persen dari UMK 2012 yakni Rp 1,381 juta untuk Kota Tangerang, dan Rp 1,379 juta untuk Kabupaten Tangerang," ucap Riden yang didampingi para pengurus Aliansi SP/SB se-Tangerang Raya.

Menurut Pramuji Adi Purnama, pengurus Aliansi SP/SB Tangerang Raya, dengan adanya kebijakan itu maka mau tak mau perusahaan harus menerapkannya. "Karena sudah ada klasifikasi industrinya, maka per Februari 2012 harus sudah diterapkan oleh pengusaha. Sebab aturannya sudah ada," ucapnya.

Jika UMS itu tidak diterapkan, kata Pramuji, kemungkinan besar buruh akan beraksi kembali, berupa demo dan mogok kerja. "Tentu akan ada gerakan lagi dari buruh. Sebab ini sudah ada aturannya," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Kota Tangerang, Gatot Purwanto, menyatakan dirinya belum tahu terkait terbitnya kebijakan Gubernur Banten soal UMS itu. "Saya baru tahu itu. Saya belum terima suratnya," ujarnya.(DRA)
WISATA
Summarecon Mal Serpong Gelar Festival Kuliner Khas Jawa Timur

Summarecon Mal Serpong Gelar Festival Kuliner Khas Jawa Timur

Jumat, 12 Agustus 2016 | 20:23

TANGERANGNews.com-Pergelaran Festival Kuliner Serpong kembali digelar di pelataran parkir Summarecon Mall Serpong (SMS) Kabupaten Tangerang. Event tahunan yang kali ini mengambil tema kuliner khas Jawa Timur itu, digelar mulai hari ini (12/8/2016) hingga

SPORT
Atlet Brasil Dilamar Oleh Pacar Sejenisnya Saat Olimpiade Rio

Atlet Brasil Dilamar Oleh Pacar Sejenisnya Saat Olimpiade Rio

Jumat, 12 Agustus 2016 | 11:12

TANGERANGNews.com – Isadora Cerullo dan rekan-rekannya di tim rugbi Brasil, memang ‘gatot’ alias gagal total di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Namun akhir pahit Cerullo justru berubah manis ketika atlet berusia 25 tahun itu, dilamar pacarnya di Stadion De

MANCANEGARA
Bayi Berkepala Dua Lahir Ditengah Perang Suriah

Bayi Berkepala Dua Lahir Ditengah Perang Suriah

Minggu, 14 Agustus 2016 | 12:50

TANGERANGNews.com–Di zona perang Suriah, Douma, lahirlah si kecil, bayi berkepala dua. Tepat pada Juli lalu, seorang ibu melahirkan kembar siam itu, di daerah pertempuran paling sengit.

KAB. TANGERANG
Rumah Pengoplos Gas Bersubsidi di Mauk Digerebek Polisi Tangerang

Rumah Pengoplos Gas Bersubsidi di Mauk Digerebek Polisi Tangerang

Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:00

TANGERANGNews.com-Rumah tempat pengoplosan gas elpiji 3 Kg di Kampung Kebon Baru, Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, digerebek aparat Polresta Tangerang, Selasa (16/8/2016)‎. Dari penggerebekan tersebut polisi mengamankan lima orang d

"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir."

W.A. Nance