Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS-Tiga penipu yang biasa beroperasi di dalam angkutan umum kota (angkot) berhasil digulung petugas Polsek Benteng, Kota Tangerang Jumat (20/02). Ketiganya adalah Riki Ardiyanto,22, warga Kampung Peninggilan, Jakarta Timur dan Angga Larang,20, warga Kali Deres, Jakarta Barat serta Sugianto,21, warga Palmerah Jakarta Barat.
Kanit Reskrim Polsek Benteng (Tangerang) Iptu Sutini mengatakan, barang bukti dari kejahatan ketiganya yakni, satu ponsel Nokia tipe 2630 warna Silver berserta tas dan cargernya. Menurut Sutini para pelaku melakukan modus operandinya dengan menipu anak sekolah yang naik ke angkot R03 A dengan rute Serpong-Tangerang. “Modus tersangka menuduh korban menganiyaya saudara tersangka. Lalu membawa paksa korban ke wilayah yang sepi,” ucapnya.
Pelaku yang berupaya mencuri barang berharga milik korban, lalu berpura-pura mengamankan barang berharga milik korban. Korban bernama Gunawan Saputra yang masih duduk di Kelas 2 SMA Yayasan Pendidikan Karya itu lalu berteriak ketika tas miliknya yang dilemparkan oleh salah satu pelaku sudah tidak ditemukan lagi ponsel miliknya. "Korban berteriak, kebetulan anggota kami sedang berada di lokasi, akhirnya ketiganya kami tangkap. Tiga tersangka melalukan aksinya itu ketika korban sehabis pulang magang,” ucap Kapolsek Benteng AKP Titin.(rul)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGMenyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews