Connect With Us

Jalur Busway Akan Dibangun di Kali Mookervart

| Senin, 3 September 2012 | 17:53

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Tangerang Yayan Sofyan ( / )

Reporter : Rangga A Zuliansyah
 
TANGERANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) akan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk membangun jalur Busway di pinggir Kali Mookervart yang berada di sepanjang Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.
 
Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Tangerang Yayan Sofyan, Senin (3/9). Menurutnya, pembangunan jalur Busway dilakukan agar masyarakat Kota Tangerang dapat mudah menggunakan moda transportasi masal tersebut.
 
“Jalur Busway itu dibangun di sisi kanan Kali Mookervart, supaya tidak mengganggu Jalan Daan Mogot. Jalur akan dibangun sepanjang 3,7 Kilometer sampai Terminal Kalideres,” ungkapnya.
 
Menurutnya, proyek ini diusulkan kepada Pemerintah Pusat, melalui Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum, karena Kali Mookervart bukan tanggung jawab Pemerintah Kota Tangerang.
 
“Nantinya pembangunan akan dilakukan Pemerintah PUsat, sementara Pemkot Tangerang membangtu pembebasan lahan yang berada di pinggir kali,” ujar Yayan.
 
Yayan mengatakan, pihaknya masih mengkaji dulu rencana tersebut, mengingat Buslane Kota Tangerang masih sepi peminat. Selain itu juga masih menunggu keputusan Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. “Rencana ini bagaimana Pak Wali. Kalau disetujui yah langsung kita usulkan,” ungkapnya.

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill