Connect With Us

Tokoh Pembangun Tembok Perbatasan Israel-Palestine Itu Tewas

Sumber Merdeka | Minggu, 12 Januari 2014 | 10:44

Ariel Sharon ( upi.com / upi.com)


Menurut laporan radio militer Israel, mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon hari ini meninggal dalam usia 85 tahun. Sebelumnya kondisi Sharon dilaporkan kian memburuk.

Sharon, yang menjabat sebagai perdana menteri Israel selama lima tahun (2001-2006), dalam kondisi koma setelah menderita serangan stroke kedua pada 2006. Sejak itu, kondisi Sharon secara terus-menerus tidak berubah, seperti dilansir BBC, Sabtu (11/1)
 
Mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sahron dikenal dengan julukan Sang Buldoser.

Bagi bangsa Israel, Sharon adalah pejuang hebat yang memimpin perang pada 1967 dan 1973.

Namun, bagi bangsa Palestina dia adalah Sang Penjagal yang pernah menyerbu Ibu Kota Beirut, Libanon. Dia juga bertanggungjawab atas pembantaian ribuan warga sipil di kamp penampungan pengungsi Sabra dan Shatila pada 1982. Dari situlah dia mendapat julukan Sang Buldoser.

"Tak seorang pun berhak menceramahi saya soal perdamaian," kata dia suatu kali seperti dilansir BBC, Sabtu (11/1).

"Saya adalah orang yang berada di medan perang. Karena itulah saya adalah orang yang bisa mencegah perang."

Sharon memang tercatat sudah bertempur dalam lima perang membela Israel.

Dalam karier politiknya Sharon menjadi sosok yang paling membuat warga Gaza di Palestina menderita karena pembangunan tembok perbatasan. Dia beralasan kebijakan itu untuk melindungi warga Israel dari warga Palestina.

Sharon lahir dengan nama Ariel Scheinerman di Lembah Sharon pada 1928. Waktu itu wilayah itu masih dikuasai Palestina di bawah mandat Inggris. Orang tuanya, Shmuel dan Devorah adalah petani, kaum Zinois yang beremigrasi dari Rusia.

Keluarganya kerap diserang oleh suku Arab badui di kawasan itu. Dari sanalah Sharon kemudian belajar bagaimana melawan.

Sewaktu kecil Sharon dikisahkan suka menyembunyikan senapan milik keluarganya di bawah kotoran sapi ketika ada patroli pasukan Inggris. Ketika SMA di Ibu Kota Tel Aviv Sharon belajar pertanian, politik, dan kemiliteran. Dia tampak sangat tertarik menjadi pejuang.

Pada usia 14 tahun Sharon bergabung dengan Haganah, organisasi bawah tanah militer Yahudi yang menjadi cikal bakal militer Israel.

Enam tahun kemudian dia memimpin pasukan infanteri di masa awal berdirinya negara Israel.

Sharon kembali beraksi pada 1967 ketika memimpin pasukan Israel berperang melawan negara Arab. Pada Juni 1972 dia akhirnya menyatakan mundur dari militer dan ingin berkarier di dunia politik.
 
KAB. TANGERANG
Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang Kembali Hadir, Beras 5 Kg Cuma Rp24.500

Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang Kembali Hadir, Beras 5 Kg Cuma Rp24.500

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:21

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali digelar di halaman Gedung Usaha Daerah (GUD) Tigaraksa, Kamis 15 Oktober 2026.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill