Belajar Bikin Pot Bunga Bernilai Jual, Workshop PLN Banten Buka Peluang Usaha Baru bagi UMKM Muda
Senin, 29 Juni 2026 | 08:10
Pot bunga yang selama ini identik sebagai pelengkap dekorasi rumah ternyata dapat menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
TANGERANG – Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa untuk seluruh keluarga korban tewas jatuhnya pesawat Flydubai di Rostov-on-Don, Sabtu (19/3/2016). Putin memerintahkan upaya membantu keluarga korban diprioritaskan.
"Presiden Rusia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada semua pihak yang kehilangan orang tercinta dalam insiden ini," tutur juru bicara Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, seperti dilansir Sputniknews.com.
"Gubernur (Rostov-on-Don) Vasily Golubev dan Menteri Urusan Darurat Vladimir Puchkov telah melaporkan kepada Putin, soal operasi pencarian di lokasi kecelakaan. Kepala negara menekankan prioritas saat ini ialah bekerja membantu keluarga dan kerabat korban," imbuhnya.
Peskov menambahkan, sejumlah menteri dan pejabat tinggi Rusia dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memantau jalannya operasi pencarian jasad korban, puing, dan kotak hitam pesawat. Penyelidikan atas insiden ini tengah dilakukan dengan dipimpin Komisi Investigasi Rusia. Informasi awal menyebut, pesawat pecah berkeping-keping setelah menghantam daratan di lokasi berjarak 250 meter dari landasan bandara Rostov-on-Don. Puing pesawat dilaporkan tersebar hingga sejauh 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.
Dugaan awal menyebut hujan deras dan angin kencang menjadi penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 55 penumpang dan tujuh awak ini. Pihak maskapai Flydubai telah memastikan tidak ada korban selamat dalam insiden ini.
Pot bunga yang selama ini identik sebagai pelengkap dekorasi rumah ternyata dapat menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang dari UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Ciledug mengevakuasi sebuah benda logam berbentuk bulat yang tersangkut di jari telunjuk seorang balita pada Sabtu, 27 Juni 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews