Connect With Us

Jalan Layang di India Ambruk, 7 Orang Terancam Pasal Pembunuhan

EYD | Jumat, 1 April 2016 | 10:10

| Dibaca : 2328

Jalan layang di Kolkata, India, ambruk. Tujuh pejabat konstruksi terancam pasal pembunuhan (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Penyelidikan insiden ambruknya jalan layang di Kolkata, India, masih berlangsung. Kepolisian India menangkap tujuh orang dari perusahaan konstruksi IVRCL yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Seperti dilansir media setempat, Hindustan Times, Jumat (1/4/2016), sejumlah pejabat dari perusahaan IVRCL Infrastructure Co tengah diselidiki atas dugaan pembunuhan tak disengaja dan pelanggaran kepercayaan. Pasal pembunuhan tak disengaja memiliki ancaman hukuman maksimum penjara seumur hidup, sedangkan pasal pelanggaran kepercayaan memiliki ancaman hukuman maksimum 7 tahun penjara.

Perusahaan konstruksi yang bermarkas di Hyderabad itu menandatangani kontrak pembangunan jalan layang di Kolkata pada 2007. Namun, penyelesaian proyek itu molor sangat jauh dari batas waktu, yakni sekitar 5 tahun lalu. Jalan layang sepanjang 2 kilometer yang baru setengah jadi itu didesain untuk mengurai kemacetan di jalanan sekitar Bara Bazaar, Kolkata, yang merupakan ibukota Provinsi Benggala Barat.

Selang beberapa jam setelah dituangkan, bagian beton dan baja sepanjang 100 meter ambruk ke bawah. Beton dan baja yang ambruk menimpa banyak kendaraan dan pejalan kaki di bawahnya. Sedikitnya 23 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka.

Menanggapi insiden maut ini, pihak perusahaan mengaku terkejut dan tak percaya. Perusahaan IVRCL bahkan menyebut insiden itu sebagai kecelakaan. Lebih lanjut, mereka tak tahu-menahu soal penyelidikan pidana terhadap pihak perusahaan.

"Kami juga terkejut jalan layang itu ambruk dan ingin mengetahui kenapa ini bisa terjadi. Ini sebuah kecelakaan, bagaimana bisa menyatakan seseorang bertanggung jawab," ucap kepala divisi legal IVRCL dalam pernyataannya.

Pejabat IVRCL yang tidak disebut namanya itu juga menyebut insiden ini bukanlah kasus kelalaian. "Material yang digunakan dalam membangun 59 pilar lainnya, juga digunakan dalam pilar ke-60. Sangat disayangkan, pilar itu ambruk," sebutnya.

Pihak perusahaan IVRCL bahkan menyerukan agar dugaan-dugaan penyebab lainnya dalam insiden ini, termasuk ledakan bom, untuk diselidiki lebih lanjut.

BANTEN
Ahmad Dhani, Desmon & Edhy Prabowo Ramaikan HUT Gerindra di Banten

Ahmad Dhani, Desmon & Edhy Prabowo Ramaikan HUT Gerindra di Banten

Minggu, 16 Februari 2020 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Ribuan orang dari berbagai kalangan mengikuti jalan sehat HUT ke-12 Gerindra. Mereka berjalan dari Alun-alun Kota Serang menuju kediaman ketua DPD Gerindra Banten Desmon J Mahesa di Cipocok Jaya.

TOKOH
Film Akhir Kisah Cinta Si Doel & Refleksi Perjalanan Hidup Azizah

Film Akhir Kisah Cinta Si Doel & Refleksi Perjalanan Hidup Azizah

Jumat, 24 Januari 2020 | 13:15

TANGERANGNEWS.com-Kisah percintaan Si Doel dalam film 'Akhir Kisah Cinta Si Doel' tentu membuat penasaran pemirsa, tak terkecuali Siti Nur Azizah.

SPORT
Kiper Muda Asal Tangsel Dipanggil Seleksi Timnas Senior Indonesia 

Kiper Muda Asal Tangsel Dipanggil Seleksi Timnas Senior Indonesia 

Senin, 10 Februari 2020 | 21:15

TANGERANGNEWS.com-Muhamad Adi Satrio, 19, penjaga gawang muda asal Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu nama yang dipanggil untuk ikut dalam seleksi pemain Tim Nasional Sepak Bola Senior

PROPERTI
Saham Lippo Karawaci Diburu Investor Asing

Saham Lippo Karawaci Diburu Investor Asing

Senin, 17 Februari 2020 | 10:59

TANGERANGNEWS.com-Kinerja positif ditunjukkan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR). Dalam tiga minggu terakhir, LPKR selalu masuk daftar 10 saham yang paling diburu investor asing

"Percayalah Anda Bisa, Saat Ini Anda Telah Setengah Jalan Mencapainya"

Theodore Roosevelt