Connect With Us

40 Tahun Lakukan Cabul, Baru Sekarang Ketahuan

EYD | Jumat, 8 April 2016 | 07:14

Ilustrasi Pencabulan (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANG – Mantan ketua House of Representatives (DPR) Amerika Serikat Dennis Hastert diadili atas kasus pencabulan. Hastert yang kini berusia 74 tahun didakwa mencabuli sejumlah remaja laki-laki pada tahun 1970-an.

Dilaporkan surat kabar AS, Chicago Tribune, seperti dilansir Press TV, Jumat (8/4/2016), sedikitnya ada empat korban yang keterangannya menjadi dasar penegak hukum AS mengadili Hastert atas dugaan pencabulan. Seluruh korban Hastert berjenis kelamin laki-laki.

Tindak pidana ini terjadi ketika para korban ini masih remaja dan Hastert masih menjadi pelatih gulat di sebuah sekolah menengah di Chicago, negara bagian Illinois. Disebutkan Chicago Tribune, tiga dari empat korban Hastert telah teridentifikasi, namun identitasnya tidak bisa dirilis ke publik.

Dari ketiga korban itu, satu korban di antaranya pernah menjadi manajer tim gulat telah meninggal dunia sekitar dua dekade lalu. Sedangkan dua korban lainnya merupakan siswa dengan kemampuan atlet ternama semasa sekolah menengah.

Dalam persidangan kasusnya, politikus Partai Republik dari negara Illinois ini telah meminta maaf atas perbuatannya. "Meminta maaf atas tindakan tak senonoh yang terjadi beberapa dekade lalu," demikian menurut dokumen pengadilan soal permintaan maaf Hastert.

Tidak hanya itu, masih menurut dokumen pengadilan, Hastert mengaku dirinya dipenuhi rasa bersalah selama persidangan kasusnya. Sidang putusan terhadap Hastert dijadwalkan digelar akhir bulan ini.

Selain terjerat pencabulan, Hastert juga dituding membayar sejumlah korbannya agar bungkam terkait skandal seksnya. Dalam kasus terpisah ini, Hastert dijerat dakwaan melanggar Undang-undang Perbankan, karena membayar uang sebesar USD 3,5 juta (Rp 46 miliar) kepada seseorang yang tidak disebut namanya untuk menutupi masa lalunya. Pembayaran itu dilakukan sesaat sebelum dia terjun ke dunia politik.

Hastert tercatat sebagai politikus Republik yang paling lama menjabat Ketua DPR AS, yakni untuk periode tahun 1999-2007. Dia pensiun pada tahun 2007 dan menjadi pelobi ulung.

TANGSEL
Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08

Kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

BANTEN
Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua predikat Platinum Alignment pada ajang La Tofi 2026.

KAB. TANGERANG
Tinggalkan Rekan Diamuk Massa hingga Tewas, Buronan Kasus Begal di Legok Tertangkap

Tinggalkan Rekan Diamuk Massa hingga Tewas, Buronan Kasus Begal di Legok Tertangkap

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:53

Pelarian pria berinisial GJ, 25, pelaku begal sepeda motor yang sempat lolos dari amuk massa di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, akhirnya terhenti.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill