Connect With Us

Ini Penyebab Matinya Harimau Sumatera Tertua di Dunia

EYD | Senin, 18 April 2016 | 07:34

| Dibaca : 1327

Djelita sang harimau sumatera tertua di dunia yang terpaksa disuntik mati. (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Seekor harimau Sumatera, yang diyakini sebagai harimau tertua yang hidup di penangkaran, telah meninggal dunia di Amerika Serikat dalam usia 25 tahun.

Harimau bernama 'Djelita' itu di-eutanasia (suntik mati) di Kebun Binatang Honolulu, setelah menderita komplikasi akibat usia tua.

Kebun binatang tersebut mengumumkan kematian Djelita di halaman Facebook-nya. "Dengan sangat sedih, kami harus mengumumkan bahwa Djelita, harimau Sumatera tercinta kami, di-eutanasia secara berperikemanusiaan, hari ini," kata Kebun Binatang Honolulu dalam sebuah pos. "Komplikasi dengan usia lanjut yang dideritanya mengharuskan pengambilan keputusan itu," sebut mereka.

Djelita adalah harimau tertua di antara subspesies manapun yang terdaftar dalam koleksi kebun binatang di seluruh dunia. Harapan hidup pada harimau Sumatera di alam liar adalah sekitar 12 tahun dan di penangkaran sekitar 20 tahun, sedangkan Djelita berusia hingga 25 tahun.

Direktur Kebun Binatang Honolulu Baird Fleming mengatakan, usia tua menghantui siapa saja, bahkan binatang. "Meskipun Djelita memiliki hidup yang panjang dan sehat di kebun binatang, dia menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada keputusan bulat bahwa dia siap meninggalkan dunia," jelasnya.

"Kebun Binatang Honolulu bisa bangga atas perawatan bertahun-tahun yang sangat baik kepada Djelita, yang merupakan bagian dari upaya konservasi di seluruh dunia untuk menyelamatkan harimau Sumatera dari kepunahan," tambah Baird.

Dalam sebuah unggahan status di Facebook, Kebun Binatang Honolulu mengatakan, hanya ada 200 harimau Sumatera yang masih tinggal di kebun binatang sebagai bagian dari upaya konservasi global.

"Kebun Binatang Honolulu bangga menjadi bagian dari upaya ini dan akan terus begitu," sebut kebun binatang tersebut dalam unggahannya.

Djelita lahir di Taman Nasional San Diego pada 26 Maret 1991, dan datang ke kebun binatang Honolulu pada 25 November 1992.

Kebun Binatang Honolulu adalah rumah bagi dua harimau Sumatera lainnya, yakni Berani dan Chrissie, yang telah melahirkan keturunan. Anak-anak mereka itu sudah dikirim ke luar negeri diberikan kepada kebun binatang lainnya untuk ditampung dan dirawat.

KAB. TANGERANG
TKIT Permata Auliya Karya Wisata ke Satlantas Polresta Tangerang

TKIT Permata Auliya Karya Wisata ke Satlantas Polresta Tangerang

Rabu, 26 Februari 2020 | 20:31

TANGERANGNEWS.com-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang mendapat kunjungan field trip atau karya wisata dari TKIT, SDIT, dan SMPIT Permata Auliya, Rabu (26/02/2020)

TEKNO
Haerul "Si Perakit Pesawat Bekas" Uji Terbang di Pondok Cabe

Haerul "Si Perakit Pesawat Bekas" Uji Terbang di Pondok Cabe

Rabu, 22 Januari 2020 | 11:02

TANGERANGNEWS.com-TNI Angkatan Udara memberikan penghargaan kepada Haerul, 33, perakit pesawat dengan bahan bekas yang sempat viral

MANCANEGARA
Virus Corona, Arab Saudi Tutup Sementara Pintu Umrah

Virus Corona, Arab Saudi Tutup Sementara Pintu Umrah

Kamis, 27 Februari 2020 | 15:07

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan menutup sementara aktivitas umrah untuk jamaah dari luar negaranya,

NASIONAL
Ketua Kwarnas Ingatkan Pedoman Manajemen Risiko Jadi Acuan Utama Kegiatan Kepramukaan

Ketua Kwarnas Ingatkan Pedoman Manajemen Risiko Jadi Acuan Utama Kegiatan Kepramukaan

Rabu, 26 Februari 2020 | 19:25

TANGERANGNEWS.com-Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn) Budi Waseso mengharapkan para Pelatih/Pembina Pramuka dapat membantu menyebarluaskan informasi yang benar mengenai Peraturan Mendikbud No. 63 Tahun 2014

"Percayalah Anda Bisa, Saat Ini Anda Telah Setengah Jalan Mencapainya"

Theodore Roosevelt