Connect With Us

Mengerikan, Ilmuwan Hidupkan Mayat dengan Uji Coba Rekayasa Otak

FER | Minggu, 8 Mei 2016 | 18:33

| Dibaca : 1969

Ilustrasi Ilmuwan (beritasatu/google / TangerangNews)

TANGERANG- Sekelompok ilmuwan perusahaan bioteknologi baru saja menggagas rencana 'mengerikan' yang tidak bisa diterima nalar manusia. Bekerja di bawah perusahaan bernama Bioquark dan Revita Life Sciences, para ilmuwan ini berencana untuk menghidupkan mayat dengan cara rekayasa otak. Bagaimana bisa?

Mayat yang dimaksud adalah mayat yang dikategorikan ke dalam golongan "brain dead" atau didefinisikan secara medis bahwa mereka tidak hidup, namun otaknya masih bisa dimanfaatkan.

Rencana yang sudah direalisasikan dalam program yang bernama "ReAnima Project" ini bahkan telah disetujui oleh Badan Pengawas Kesehatan Amerika Serikat. Meski begitu, mereka mengungkap masih akan menguji kelayakan program tersebut.

Mereka juga telah mendapat izin etis untuk program ini di mana telah mendapatkan 20 'pasien' untuk diuji coba. Pasien-pasien tersebut diklaim telah mati secara klinis. Dalam arti, mereka sebetulnya masih hidup, namun dianggap 'mati' karena cedera otak dan kehilangan kesadaran sehingga tidak dapat ditolong lagi.

"Kami akan menggunakan terapi kombinasi dan menghidupkan kembali otak mereka," ungkap Dr Ira Pastor, CEOBioquark.

Sementara mekanismenya diungkap cukup rumit. Pertama mereka harus menyuntikkan otak mayat tersebut dengan molekul peptida dan sel induk, untuk menyebarkan cairan agar teknik stimulasi saraf berjalan lancar. "Teknik ini sudah kami coba ke pasien-pasien yang koma," ia melanjutkan.

Dr Pastor mengatakan, saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit untuk mengidentifikasi keluarga jika ada anggota keluarga yang memiliki status di mana mereka mati secara klinis. "Kami harus menunggu dua hingga tiga bulan untuk bisa melanjutkan uji coba ini," ujarnya.

Selama bertahun-tahun teknologi "Brain Reanimation" memang sudah dicoba beberapa ilmuwan. Hanya saja pengembangan komponen dan alat yang dianggapi memadai belum rampung juga.

Nantinya, uji coba ini juga akan dikembangkan untuk terapi penyakit lain seperti membangkitkan koma, Alzheimer dan juga Parkinson.

 

 

TANGSEL
Seminggu KIA Tembus 7.474, Disdukcapil Tangsel Raih Rekor MURI

Seminggu KIA Tembus 7.474, Disdukcapil Tangsel Raih Rekor MURI

Senin, 23 September 2019 | 20:43

TANGERANGNEWS.com-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tangsel meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI)

BISNIS
Warung Sambal Cetar di Binong, Pedasnya Tak Diragukan

Warung Sambal Cetar di Binong, Pedasnya Tak Diragukan

Senin, 23 September 2019 | 14:24

TANGERANGNEWS.com—Kuliner pedas yang dilumuri sambal menjadi tren makanan saat ini. Bagi yang hobi menyantap makanan pedas, kini ada Warung Makan Sambar Cetar yang menyediakan makanan pembakar lidah.

BANTEN
Wanita Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Cilegon

Wanita Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Cilegon

Senin, 23 September 2019 | 11:38

TANGERANGNEWS.com - Seorang perempuan tewas tertabrak kereta di Cibeber, Kota Cilegon, Banten. Belum diketahui identitas korban tewas dalam kejadian tersebut.

BANDARA
22 September Flynas Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

22 September Flynas Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Minggu, 22 September 2019 | 14:54

TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II (Persero) melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai penyedia jasa bandara menyatakan, ada maskapai penerbangan regular baru yang beroperasi di Terminal 3.

"Semua pengalaman dalam hidup mengajarkan pada kita hal - hal yang penting untuk terus maju."

Brian Tracy