Connect With Us

Dituduh Makan Daging Sapi, Gadis ini Diperkosa empat Pria

FER | Kamis, 15 September 2016 | 19:00

| Dibaca : 6750

Ilustrasi Pemerkosaan (Istimewa / TangerangNews)

 

TANGERANGNews.com- Seorang perempuan 20 tahun di Mewat, Negara Bagian Haryana, India, mengaku dia dan sepupunya yang berusia 14 tahun diperkosa empat pria setelah dituduh makan daging sapi dua pekan lalu.

Perempuan muslim itu juga mengatakan paman dan bibinya dibunuh karena alasan yang sama, seperti dilansir koran the Daily Mail.

Sapi dianggap hewan suci di India yang mayoritas Hindu dan mengkonsumsi daging sapi dilarang di sejumlah negara bagian.

"Mereka bilang kami sudah makan daging dan itulah sebabnya kami diperkosa. Mereka juga mengancam akan membunuh saya dan keluarga jika kami mengadu," kata perempuan itu kepada BBC.

Mewat hanya berjarak 96 kilometer dari Ibu Kota New Delhi. Daerah itu memang mayoritas muslim.

Korban membantah telah memakan daging sapi, perbuatan yang dilarang di Haryana.

Polisi masih menyelidiki kasus ini.

 

 

TANGSEL
Ribuan Siswa Homeschooling di Tangsel Butuh Kesetaraan Hak

Ribuan Siswa Homeschooling di Tangsel Butuh Kesetaraan Hak

Minggu, 23 Februari 2020 | 20:09

TANGERANGNEWS.com-Tren sekolah rumah atau dikenal homeschooling, nampaknya kini sudah banyak diminati di dunia pendidikan Indonesia, termasuk di Kota Tangerang Selatan

TOKOH
Film Akhir Kisah Cinta Si Doel & Refleksi Perjalanan Hidup Azizah

Film Akhir Kisah Cinta Si Doel & Refleksi Perjalanan Hidup Azizah

Jumat, 24 Januari 2020 | 13:15

TANGERANGNEWS.com-Kisah percintaan Si Doel dalam film 'Akhir Kisah Cinta Si Doel' tentu membuat penasaran pemirsa, tak terkecuali Siti Nur Azizah.

PROPERTI
Saham Lippo Karawaci Diburu Investor Asing

Saham Lippo Karawaci Diburu Investor Asing

Senin, 17 Februari 2020 | 10:59

TANGERANGNEWS.com-Kinerja positif ditunjukkan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR). Dalam tiga minggu terakhir, LPKR selalu masuk daftar 10 saham yang paling diburu investor asing

"Percayalah Anda Bisa, Saat Ini Anda Telah Setengah Jalan Mencapainya"

Theodore Roosevelt