Connect With Us

Dituduh Makan Daging Sapi, Gadis ini Diperkosa empat Pria

FER | Kamis, 15 September 2016 | 19:00

| Dibaca : 6415

Ilustrasi Pemerkosaan (Istimewa / TangerangNews)

 

TANGERANGNews.com- Seorang perempuan 20 tahun di Mewat, Negara Bagian Haryana, India, mengaku dia dan sepupunya yang berusia 14 tahun diperkosa empat pria setelah dituduh makan daging sapi dua pekan lalu.

Perempuan muslim itu juga mengatakan paman dan bibinya dibunuh karena alasan yang sama, seperti dilansir koran the Daily Mail.

Sapi dianggap hewan suci di India yang mayoritas Hindu dan mengkonsumsi daging sapi dilarang di sejumlah negara bagian.

"Mereka bilang kami sudah makan daging dan itulah sebabnya kami diperkosa. Mereka juga mengancam akan membunuh saya dan keluarga jika kami mengadu," kata perempuan itu kepada BBC.

Mewat hanya berjarak 96 kilometer dari Ibu Kota New Delhi. Daerah itu memang mayoritas muslim.

Korban membantah telah memakan daging sapi, perbuatan yang dilarang di Haryana.

Polisi masih menyelidiki kasus ini.

 

 

TEKNO
Ponsel Gaming Xiaomi Segera Dirilis

Ponsel Gaming Xiaomi Segera Dirilis

Minggu, 14 Oktober 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Setelah cukup sukses dengan pasar smartphone murah, Xiaomi berencana akan mengeluarkan produk smartphone gaming pertamanya, Black Shark. Sejak diluncurkan bulan April lalu, ketersediaan Black Shark sangat terbatas

MANCANEGARA
Ini Dia Makanan Sultan, Steak Berlapis Emas Seharga Rp5,8 Juta

Ini Dia Makanan Sultan, Steak Berlapis Emas Seharga Rp5,8 Juta

Senin, 19 November 2018 | 14:43

TANGERANGNEWS.com-Makanan berlapis emas bukan sesuatu yang asing lagi saat ini. Kini banyak restoran yang menyediakan menu tersebut, seiring

TANGSEL
Tangsel Raih Penghargaan Kota Peduli HAM

Tangsel Raih Penghargaan Kota Peduli HAM

Selasa, 11 Desember 2018 | 20:43

TANGERANGNEWS.com-Kota Tangerang Selatan meraih penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia (Kota Peduli HAM) 2018 dari Kementrian Hukum

"Semua pengalaman dalam hidup mengajarkan pada kita hal - hal yang penting untuk terus maju."

Brian Tracy