Connect With Us

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

FER | Senin, 28 November 2016 | 19:00

| Dibaca : 5131

Makanan Daging Tikus (istimn / TangerangNews)

TANGERANGNews.com -  Organisasi aktivis hewan, People for the Ethical Treatment of Animal (PETA), baru-baru ini mengecam sejumlah restoran di Amerika Serikat yang menyajikan gurita hidup-hidup kepada konsumen. PETA meluncurkan petisi perlindungan hukum untuk hewan laut.

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap kejam seperti dikutip dari Dailymail:

1. Gurita hidup

Penyajian gurita hidup berasal dari Korea Selatan dengan nama sannakji. Cara penyajiannya, koki akan memotong tentakel gurita yang masih hidup. Kemudian setelah tentakelnya habis, barulah gurita disayat.

Sannakji biasanya disajikan dengan kecap dan minyak wijen. Bisa juga gurita ukuran kecil dan sedang disajikan hidup-hidup tanpa disayat.

PETA mengatakan bahwa gurita yang termasuk sebagai hewan invertebrata cerdas sebenarnya dapat merasakan sakit yang sama seperti halnya mamalia.

"Gurita punya sistem saraf yang canggih yang mana responsif akan rasa sakit. Jadi sebenarnya gurita menderita rasa sakit yang sangat hanya untuk pengalaman makan yang sekejap," kata Wakil Presiden PETA, Daphna Nachminovitch.

2. Katak hidup

Di Jepang tak hanya ikan, katak juga menjadi sashimi. Namun, di salah satu restoran daerah Tokyo, penyajiannya terbilang tak biasa. Koki akan menusuk katak, memotong kepala, dan menguliti katak hidup untuk disajikan di piring yang berisi es, kecap asin, dan irisan lemon.

Dalam video yang diambil di salah satu restoran Tokyo tersebut menampilkan katak yang sudah dikuliti kakinya tetap bergerak dan matanya masih mengedip.

3. Bayi tikus

Bayi tikus yang baru lahir dan kemudian dicelupkan di minyak panas menjadi hidangan yang terkenal dari daerah Guangdong, China selatan. Hidangan ini disebut San Zhi Er dan dilaporkan sudah ada sejak tahun 1949.

Shan Zhi Er sendiri jika diterjemahkan berarti tiga cicitan, yang berasal dari bunyi yang timbul dari sajian tersebut. Cicitan pertama timbul dari tikaman pisau, kedua dari celupan minyak panas, dan ketiga saat masuk ke mulut.

4. Udang hidup

Sajian ini terkenal di negara seperti Vietnam, Denmark, dan London. Biasanya udang dioles mentega dan dibakar hidup-hidup di atas bara api. Sebenarnya teknik memasak ini juga dapat dengan mudah ditemui di Indonesia.

5. Ikan hidup

Negara Asia bagian timur akrab dengan hidangan ikan hidup. Salah satu yang paling kontroversial adalah sajian ikan yin yang, berasal dari Taiwan.

Jadi, bagian tubuh ikan digoreng di minyak panas, sedangkan kepalanya dibungkus handuk basah. Efeknya adalah ikan masih hidup dan mencoba bernapas ketika tubuhnya digoreng. Tubuhnya kemudian disiram saus dan disajikan di piring selagi hidup.

6. Otak monyet

Lagi-lagi sajian ini berasal dari daerah Asia. Cara penyajiannya terbilang sadis, yakni kepala monyet hidup dijepit di meja, lalu kemudian tempurung kepalanya dibuka.

7. Burung yang ditenggelamkan

Sajian dari Perancis yang kini ilegal ini dilakukan dengan mengurung burung ortolan di kandang sempit selama sebulan. Burung itu diberi makan anggur juga daun ara sampai gemuk dan tak bisa bergerak.

Setalah itu burung akan ditenggelamkan di armagnac (sejenis brendi) dan dipanggang selama delapan menit. Cara makannya, konsumen akan makan dengan kepala ditutup serbet dengan tiga alasan. Satu, untuk menghirup harumarmagnac; dua, untuk menutup ritual makan yang berantakan ini dari pengunjung lain; dan ketiga, dipercaya untuk menyembunyikan kekejaman makan dari Tuhan.

BANDARA
Uji Coba 6 Bulan, Kereta Tanpa Awak di Soekarno-Hatta Masih Dijalankan Pengemudi

Uji Coba 6 Bulan, Kereta Tanpa Awak di Soekarno-Hatta Masih Dijalankan Pengemudi

Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Kereta tanpa awak atau skytrain di Bandara Soekarno-Hatta akan dijalankan oleh pengemudi terlebih dahulu selama senam bulan uji coba pengoperasian. Setelah itu, skytrain akan benar-benar beroperasi secara otomatis.

WISATA
Museum-Museum Unik di Indonesia, Tersebar di Berbagai Kota

Museum-Museum Unik di Indonesia, Tersebar di Berbagai Kota

Selasa, 25 Juli 2017 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Dulu ketika mendengar kata museum, yang terbayang adalah pemandangan membosankan bagi mereka yang tidak suka melihat benda-benda bersejarah. Namun sekarang museum bukan lagi tempat yang membosankan, karena ada banyak hal-hal unik yang bi

OPINI
Perlunya Kewaspadaan Memilih Ikan Segar

Perlunya Kewaspadaan Memilih Ikan Segar

Jumat, 21 Juli 2017 | 13:00

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Beberapa kandungan nutrisi yang esensial bagi manusia dan terdapat melimpah dalam ikan adalah protein, vitamin, dan mineral. Karena kandungan yang menguntungkan ini, berba

HIBURAN
Ada Hotel Hewan di Alam Sutera

Ada Hotel Hewan di Alam Sutera

Sabtu, 20 Mei 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Berkembangnya zaman dan pesatnya teknologi yang signifikan membuat banyak perubahan pada kebiasaan-kebiasaan hidup manusia. Kebiasaan hidup manusia justru tidak menjadi hilang ditelan perubahan, tetapi malah mengalami sejumlah transforma

"Tidak adanya tindakan melahirkan keyakinan dan keberanian. Jika Anda ingin menaklukan ketakutan, jangan duduk di rumah dan memikirkannya saja. Pergilah keluar dan sibukkan diri Anda."

Dale Carnegie