Connect With Us

Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 16 Juli 2018 | 19:00

Ilustrasi Pemerkosaan (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita diperkosa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh sekelompok pria di India. Dari lima pelaku, dua diantaranya telah ditangkap kepolisian setempat.

Dikutip dari AFP,  kasus tersebut terjadi di Uttar Pradesh. Pelaku yang berjumlah lima orang mendobrak masuk ke dalam rumah korban pada Sabtu (14/7/2018) lalu. Korban lalu diperkosa bergiliran. 

Usai diperkosa, korban diseret ke kuil setempat lalu dibakar hingga tewas. Identitas korban tidak diungkap ke publik, namun disebutkan dia berusia 35 tahun dan merupakan ibu dari dua anak.

"Dua tersangka diantaranya ditangkap di distrik tetangga pada Senin (16/7/2018) pagi hari. Kami masih mencari sisanya," tutur kepala kepolisian setempat, Radhey Mohan Bhardwaj, kepada AFP. 

Para pelaku sendiri disebut sebagai anggota keluarga besar korban dan berasal dari wilayah yang sama. Penyelidikan awal menunjukkan motif pelaku melakukan perkosaan karena merasa kesal setelah korban menemui pria lain.

Sebelum dibawa ke kuil dan dihabisi, korban sempat menelepon suaminya dan memberitahu identitas para pemerkosanya. 

Kepolisian setempat menyangkal laporan media lokal yang menyebut bahwa korban sebenarnya sudah melapor ke polisi via telepon, namun tidak dijawab. Menurut polisi, panggilan telepon korban tidak sampai ke polisi karena buruknya jaringan di area tersebut. 

India memiliki catatan mengerikan untuk tindak kekerasan seksual, dengan nyaris 40 ribu kasus pemerkosaan dilaporkan dari berbagai wilayah India sepanjang tahun 2016. Para aktivis menyebut jumlah kasus yang sebenarnya terjadi jauh lebih tinggi dari laporan tersebut.

Wilayah Uttar Pradesh sendiri, yang menjadi lokasi kasus pemerkosaan terbaru ini, mencatat lebih dari 4.800 kasus pemerkosaan sepanjang 2016.(RAZ/RGI)

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill