Connect With Us

Begini Jadinya Masak Mie Instan di Antartika Bersuhu -60 Derajat

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 11 Oktober 2018 | 12:59

Memasak mie instan di Antartika. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Memasak mie instan untuk disantap saat cuaca dingin memang sangat nikmat. Namun apa jadinya jika memasak mie tersebut di Antartika dengan suhu mencapai -60 derajat Celcius.

Dilansir Brilio.net, foto seorang ilmuwan viral di media sosial saat memasak mie di benua yang 98 persen daratannya ditutupi oleh es ini. Ilmuwan Klimatologi yang diketahui bernama Dr Cyprien Verseux ini memang sengaja menunjukkan bagaimana dinginnya cuaca disana dengan memasak makanan di tempat terbuka.

Dia mencoba mengangkat mie yang sudah disajikan di atas dengan garpu. Namun seketika mie itu membeku sebelum dia sempat memakannya. Mie tersebut bahkan bisa menopang garpu hingga terkesan seperti melayang.

Memasak mie instan di Antartika.

Memasak mie instan di Antartika.

Memasak mie instan di Antartika.

Tapi ternyata tidak cuma mi instan aja. Dia ikut-ikutan bereksperimen dengan makanan lainnya, seperti telur yang dipecahkan ke atas teflon, roti isi cokelat serta menuangkan mentega ke atas roti tawar. Alhasil, semuanya beku.

Dari gambar tersebut terlihat telur yang baru mau dituangkan ke atas teflon kuningnya saja belum jatuh dari cangkang tapi sudah beku. Begitu juga dengan mentega yang ingin dioleskan ke roti, malah seperti air terjun.(RAZ/HRU)

NASIONAL
Makin Gampang, Bayar Listrik dan Token PLN Bisa Lewat Koperasi Merah Putih

Makin Gampang, Bayar Listrik dan Token PLN Bisa Lewat Koperasi Merah Putih

Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:32

PT PLN (Persero) menggandeng 107 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Indonesia untuk menyediakan layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill