Connect With Us

Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 10 Mei 2020 | 10:24

Ilustrasi Pembunuhan (@TangerangNews2020 / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Nasib malang dialami seorang ibu di China. Dia dikubur hidup-hidup oleh sang anak lantaran enggan merawatnya. Beruntung dia berhasil selamat.

Dilansir dari Detik, peristiwa itu terjadi di Provinsi Shaanxi. Ibu berusia 79 tahun itu bermarga Wang, sedangkan anaknya bermarga Ma, 58.

Istri dari Ma menuturkan kepada polisi setempat, awalnya suaminya membawa pergi ibunya dengan gerobak pada 2 Mei 2020.

Namun, ibu mertuanya itu tidak pernah kembali setelah tiga hari kemudian. Dia pun melaporkan suaminya ke polisi.

Ma akhirnya ditahan polisi di Distrik Jingbian, Provinsi Shaanxi dan didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap ibunya.

 

Berdasarkan pengakuan Ma, dia mengubur hidup-hidup ibundanya di sebuah kuburan kosong.

Polisi menyebut korban sempat meminta tolong secara samar-samar. Saat ditemukan, korban masih hidup, namun kotor berlumuran tanah.

Surat kabar China Daily melaporkan, akibat dikubur, korban mengalami lumpuh sebagian.

Sementara alasan pelaku melakukan percobaan pembunuhan itu diduga karena kesal lantaran harus merawat ibunya secara rutin.

Seorang pejabat pada kantor jaksa distrik Jingbian hanya membenarkan bahwa penyelidikan tengah berlangsung terhadap insiden ini. (RAZ/RAC)

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill