Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita Muslim di Minnesota, Amerika Serikat (AS), mengklaim bahwa dirinya menjadi korban diskriminasi oleh barista kedai kopi Starbucks.
Dikutip TribunTravel dari Today, wanita berhijab itu mengaku, barista menuliskan 'ISIS' pada gelas kopi pesanannya.
Aishah (19), yang merupakan seorang mahasiswa di Minnesota mengatakan, dirinya memesan minuman di Starbucks St.Paul yang berada di supermarket Target pada Rabu (1/7/2020).
Setelah menerima pesanannya, Aishah tak menemukan namanya ada di gelas minuman yang ia pesan.
Aishah mengatakan, ia justru menemukan nama kelompok Islam militan tertulis di gelas plastik Starbucks.
Mengatahui hal ini, Aishah memutuskan untuk bertanya pada barista yang membuat minuman pesanannya.
"Saya bertanya kepadanya (barista) mengapa dia menulis ini di gelas saya dan saya melanjutkan bertanya pada manajer," kata Aishah pada Today.
Setelah melayangkan protes pada manajer Starbucks, Aishah tidak menerima jawaban yang ia inginkan.
Aishah mengatakan, manajer melihat gelasnya dan mengatakan bahwa barista salah mengeja namanya.
Padahal ia telah mengulangi namanya beberapa kali ketika melakukan pemesanan.
Ia kemudian bertanya pada manajer lain yang setuju untuk berbicara dengan barista dan manajer.
Lagi-lagi, Aishah tidak menemukan jawaban.
Ia justru diberi minuman baru dan voucher Starbucks senilai 25 dolar AS atau sekitar Rp 359 ribu, kemudian ia diantar untuk keluar dari kedai kopi tersebut.
“Saya merasa terhina. Saya merasa sangat marah," katanya.
Direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Minnesota, Jaylani Hussein turut menanggapi kejadian ini.
"Ini bukan kesalahan sederhana. Tidak ada yang menaruh tulisan 'KKK' di gelas minuman seseorang," kata Hussein.
CAIR-Minnesota saat ini menuntut agar dua karyawan yang terlibat dalam insiden tersebut dipecat dan meminta Starbucks untuk melatih tenaga kerjanya dengan lebih baik.
"Kami menuntut Starbucks untuk menghargai Muslim dan menolak Islamofobia dengan tegas," ucapnya pada Today melalui surat elektronik (surel). (RED/RAC)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews