Connect With Us

WHO Sebut COVID-19 Sebabkan 4 juta Orang Meninggal di Dunia

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 8 Juli 2021 | 11:43

Ilustrasi Jenazah COVID-19. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari empat juta orang di seluruh dunia telah meninggal karena COVID-19, sejak virus tersebut muncul pada tahun 2019.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis 8 Juli 2021, jutaan orang menghadapi lockdown baru di seluruh Asia.

Indonesia sendiri telah muncul sebagai hotspot global dengan tingkat kematian meningkat sepuluh kali lipat dalam sebulan ke rekor 1.040 kematian pada hari Rabu 7 Juli 2021.

"Dunia berada pada titik berbahaya dalam pandemi ini," kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir dari Detikcom. 

Dia menyebut angka empat juta itu terlalu rendah dari jumlah sebenarnya. Tedros juga mengecam negara-negara kaya karena menimbun vaksin dan peralatan pelindung. 

Selain itu juga mengecam tindakan mereka yang melonggarkan pembatasan seolah-olah merasa pandemi sudah berakhir. 

Negara-negara kaya seperti Inggris meski menghadapi lonjakan kasus Corona, tetapi vaksinasi massal telah membantu menghindari luapan pasien di rumah sakit dan kematian relatif rendah.

Pemerintah Inggris telah memerintahkan untuk mengakhiri hampir semua pembatasan di Inggris dalam beberapa minggu mendatang. Perdana Menteri Boris Johnson telah mengajak warga Inggris untuk mulai belajar hidup dengan COVID-19.

Tetapi WHO mengingatkan bahwa penularan virus akan meningkat terlepas dari tingkat vaksinasi yang tinggi.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:57

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.

BANTEN
Detik-detik Evakuasi Penumpang KMP Batumandi yang Terbakar di Perairan Merak Banten

Detik-detik Evakuasi Penumpang KMP Batumandi yang Terbakar di Perairan Merak Banten

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:07

Insiden mengejutkan terjadi di perairan Merak ketika KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendadak terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill