Connect With Us

Aksi Turun ke Jalan, Pramugari Alitalia Ramai-ramai Lepas Baju dan Rok

Tim TangerangNews.com | Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:11

Dalam aksi unjuk rasa, para pramugari Alitalia menurunkan tas mereka dan melepas baju seragam serta rok. (@TangerangNews / Dok. wantedinrom)

TANGERANGNEWS.com-Maskapai penerbangan nasional Italia, Alitalia, dinyatakan bangkrut karena terlilit utang selama lebih dari 10 tahun. Maskapai tersebut kemudian digantikan oleh maskapai nasional baru, ITA, yang memperoleh kucuran dana dari pemerintah senilai Rp22,3 triliun untuk menyelesaikan pengambilalihan. 

Keputusan tersebut direspons dengan kemarahan para pegawai karena  ITA hanya akan mempekerjakan 3.000 orang dari sekitar 10.000 pekerja Alitalia. Selain itu, mereka yang bekerja untuk ITA juga dibayar jauh lebih rendah dari upah sebelumnya.

Beberapa waktu sebelum Alitalia dinyatakan bangkrut, para pekerja menggelar demonstrasi dan mogok kerja sebagai aksi menentang pengambilalihan maskapai yang telah beroperasi selama 74 tahun itu. 

Dalam aksi protesnya, para mantan pramugari Alitalia ramai-ramai turun ke jalan.  Saat berbaris di atas Capitoline Hill, para pramugari ini serempak menurunkan tas bahu mereka. Kemudian mereka melepaskan jaket, baju seragam Alitalia  dan rok mereka. Tak ketinggalan mereka juga mencopot sepatu hak tingginya. Dengan hanya memakai pakaian dalam, mereka serentak meneriakkan, "Kami adalah Alitalia!"  

Aksi ini dilakukan juga sebagai bentuk solidaritas sesama pekerja yang dirugikan oleh kebijakan perusahaan. "Kami di sini untuk mengungkapkan rasa sakit kami dan juga solidaritas untuk semua rekan kami yang dipaksa menandatangani kontrak yang memalukan," ujar Cristina Poggesi, salah seorang dari banyak pramugari yang memprotes di Roma, baru-baru ini dilansir dari Euronews.

Sementara, Presiden ITA Alfredo Altavilla sebelumnya mengklaim bahwa staf maskapai penerbangan menyetujui kondisi kerja saat ini. “Tawar-menawar kontrak telah selesai. Mereka semua telah menandatangani kontrak yang dikirimkan kepada mereka,” ujar Altavilla.

Maskapai Alitalia bangkrut pada pertengahan Oktober setelah beroperasi selama 74 tahun. Penerbangan terjadwal terakhir Alitalia adalah perjalanan kembali dari Cagliari ke Roma, yang mendarat tak lama setelah pukul 11 malam pada Kamis 14 Oktober 2021 lalu. Alitalia bangkrut lantaran terlilit utang selama 10 tahun lebih. Alitalia sudah masuk ke administrasi khusus pada 2017, tapi tidak mampu menyelamatkannya dari kondisi pailit.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

HIBURAN
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Kamis, 29 Januari 2026 | 07:43

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota menerapkan rekayasa lalu lintas selama beberapa hari ke depan seiring dengan penggunaan lokasi tersebut sebagai salah satu titik syuting film internasional terbaru yang dibintangi Lisa BLACKPINK

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill