Connect With Us

Sandera 10 WNI, Kelompok Teroris ini Minta Tebusan Rp15 Miliar

EYD | Senin, 28 Maret 2016 | 11:03

| Dibaca : 2361

Kelompok Abu Sayyaf (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Kelompok Abu Sayyaf yang masuk ke dalam salah satu kelompok teroris diduga menyerang kapal Indonesia. Kapal tug boat yang melayani rute Banjarmasin-Filipina itu diserang pada Sabtu (26/3).

Informasi yang diperoleh Senin (28/3/2016), kapal itu diserang kemudian awak kapal dan muatan dibawa. Diduga ke awak kapal dibawa ke Pulau Basilan atau Sulu dengan boat milik kelompok itu.

Kabarnya para pembajak sudah melakukan kontak dengan salah satu pihak otoritas Filipina. Mereka meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar.

Sedang kapal tug boat yang diserang sudah ditinggalkan dan ditemukan kepolisian Filipina di daerah Tawi-tawi dalam keadaan kosong.

Juru Bicara Kemlu Arrmanatha yang dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan mengenai laporan ini. "Ini sedang dicek, lagi dikonfirmasi bagaimana peristiwanya dan berapa orang persisnya oleh Tim Perlindungan WNI," terang diplomat yang akrab disapa Tata ini.

SPORT
Suporter Persikota Dukung Rehabilitasi Stadion Benteng di Tengah Pandemi

Suporter Persikota Dukung Rehabilitasi Stadion Benteng di Tengah Pandemi

Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:51

TANGERANGNEWS.com–Benteng Mania, kelompok suporter sepakbola Persikota

BISNIS
Aplikasi Jiwa+ Makin Mudah Pesan Kopi

Aplikasi Jiwa+ Makin Mudah Pesan Kopi

Sabtu, 19 September 2020 | 13:29

TANGERANGNEWS.com-Jiwa Group merilis Jiwa+, sebuah aplikasi

KAB. TANGERANG
Atasi Antrean di Kantor Layanan, BPJS Kesehatan Perkenalkan Pandawa

Atasi Antrean di Kantor Layanan, BPJS Kesehatan Perkenalkan Pandawa

Selasa, 22 September 2020 | 19:18

TANGERANGNEWS.com-Pandemi COVID-19 membuat beragam pelayanan langsung terkendala. Interaksi langsung dibatasi, sementara masyarakat tetap membutuhkan pelayanan cepat, hemat dan memuaskan.

TEKNO
Menristek Sebut Jambu Biji Tingkatkan Imunitas Hadapi COVID-19

Menristek Sebut Jambu Biji Tingkatkan Imunitas Hadapi COVID-19

Sabtu, 28 Maret 2020 | 18:40

TANGERANGNEWS.com-Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Prof Bambang PS Brodjonegoro, melalui

"Kerja sama terjadi bukan karena tak ada konflik, tetapi sebagai sarana untuk mengelola konflik."

Qoute