Connect With Us

KPK Sebut Ada Sosok Bos Besar Dibalik Kasus Reklamasi

Sumber detikcom | Jumat, 8 April 2016 | 08:00

KPK kini tengah mendalami kasus penangkapan yang melibatkan anggota DPRD Banten (istimewa / tangerangnews)

TANGERANGNEWS.com-Kasus suap di balik rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai reklamasi di Teluk Jakarta masih terus diusut KPK. Tiga orang tersangka telah ditetapkan yaitu M Sanusi selaku anggota DPRD DKI Jakarta dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja serta anak buahnya, Trinanda Prihantoro.

 

Namun ada sosok besar yang disebut memiliki peran penting di balik kasus tersebut. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebutnya big boss.

 

"Apakah ada pengembang-pengembang yang lain? Kita belum bisa mengatakan ada kaitan lebih lanjut. Tapi akal sehat kita mengatakan ada big boss-nya kemudian yang lain ngikut-ngikut. Nanti dibuktikan," kata Saut saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2016).

 

Saut tidak merinci siapa bos besar yang dimaksudnya tersebut. Namun sejauh ini, KPK telah mengajukan pencegahan terhadap sejumlah nama yaitu Sugiyanto Kusuma alias Aguan, Sunny Tanuwidjaja, dan Richard Halim Kusuma.

 

Ketiga orang itu masih berstatus sebagai saksi dan belum pernah menjalani pemeriksaan. Sebagai orang yang dicegah, penyidik KPK tentunya menilai bahwa keterangan ketiga orang itu sangat penting dengan kasus suap yang tengah diusut tersebut.

 

Apabila dari ketiga nama tersebut atau mungkin saja di luar nama itu merupakan big boss, mengapa KPK malah belum memanggilnya? Saut menyebut bahwa hal tersebut hanya masalah strategi pemeriksaan dari penyidik KPK.

 

"Itu hanya proses tactical saja, apakah bottom up atau kebalikannya jadi up to bottom gitu ya," ucap mantan Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut.

 

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka yaitu M Sanusi selaku Ketua Komisi D DPRD DKI dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja serta Trinanda Prihantoro selaku Personal Assistant di PT APL. M Sanusi ditangkap pada Kamis (31/3) dengan sangkaan menerima suap sebesar Rp 2 miliar yang diberikan dalam 2 termin dari PT APL.

KOTA TANGERANG
Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Rabu, 23 September 2026 | 19:38

Indonesia kini memasuki fase baru dalam transisi energi yang didorong oleh pesatnya ekspansi energi terbarukan serta peningkatan permintaan listrik dari sektor industrialisasi, elektrifikasi, dan perkembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill